News / Nasional
Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB
Bupati Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Edison. (Ist)
Baca 10 detik
  • KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap sepuluh orang, termasuk Bupati Muara Enim Edison, di Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026).
  • Penyidik menyita uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti dugaan suap proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim.
  • Bupati Edison beserta sembilan orang lainnya menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan sebelum dibawa ke Jakarta esok hari.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap uang tunai ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan.

“Untuk barang bukti sejauh ini terinformasi ada uang tunai sendiri ratusan juta Rupiah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Senin (8/6/2026).

Dia menyebut bahwa Bupati Muara Enim Edison yang terjaring dalam OTT ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan. Menurut Budi, Edison dan sembilan orang lainnya baru akan dibawa ke Jakarta besok, Selasa (9/6/2026).

Rencana baru besok, jadi yang pasti malam ini, sampai dengan saat ini belum ada rencana membawa bupati ke Kedung KPK Merah Putih,” ujar Budi.

Dia juga mengungkapkan bahwa operasi senyap kali ini berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara dari pihak swasta untuk proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim.

KPK sebelumnya mengaku menjaring 10 orang dalam OTT di Sumatera Selatan hari ini. Salah satunya ialah Bupati Muara Enim Edison.

“Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” ungkap Budi.

Ini merupakan OTT ke-12 sepanjang tahun 2026. Adapun operasi pertama pada 2026 ialah kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemeriksaan pajak pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

Kemudian, KPK juga melakukan OTT kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta gratifikasi yang menjerat Wali Kota Madiun Maidi.

Baca Juga: KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

Ketiga, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo dalam kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.

Lebih lanjut, KPK melakukan dua OTT pada waktu yang sama yaitu kasus dugaan korupsi terkait restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Lalu, KPK melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil PN Depok Bambang Setyawan dalam kasus dugaan suap pada pengurusan sengketa lahan.

Ketujuh, KPK melakukan operasi senyap dengan menjaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.

Selanjutnya, KPK juga menangkap Bupati Kabupaten Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobar (MFT) dalam OTT kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kesembilan, KPK melakukan OTT dalam kasus dugaan pemerasan dengan modus mengumpulkan tunjangan hari raya (THR) Lebaran.

Load More