- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari mengungkapkan strategi investasi saham yang biasa digunakannya saat pasar bergejolak.
- Menurutnya, investor sebaiknya fokus pada fundamental emiten, bukan hanya pergerakan IHSG.
- Ia juga menekankan pentingnya disiplin mengambil keuntungan ketika target, misalnya 35-40 persen, telah tercapai.
Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari membocorkan strategi yang biasa digunakannya saat berinvestasi saham di tengah gejolak pasar. Menurut dia, investor tidak boleh hanya terpaku pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), melainkan harus memahami kualitas perusahaan atau emiten yang dibeli.
Qadari bahkan mengaku pernah merealisasikan keuntungan dari saham yang dimilikinya setelah target yang ditentukan tercapai.
"Emiten saya waktu itu sudah cuan, jadi saya sudah check out duluan," kata Qadari saat peluncuran buku Presiden Solusi di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Di tengah tekanan yang masih membayangi IHSG, Qadari menilai banyak investor terjebak pada pergerakan indeks secara keseluruhan. Padahal, menurutnya, yang dibeli investor sesungguhnya adalah saham perusahaan, bukan indeks pasar.
"Kalau main saham jangan lihat IHSG secara keseluruhan. Kita pegang emiten," ujarnya.
Menurut Qadari, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan investor adalah tidak memiliki target keuntungan yang jelas. Akibatnya, keputusan investasi kerap dipengaruhi emosi dan harapan bahwa harga saham akan terus naik.
"Kalau kita mau trading, kita harus punya target di angka berapa. Masalah kita itu biasanya di emosi, di psikologi. 'Ah, kayaknya nanti naik lagi'. Nah itu nggak boleh, harus disiplin," tuturnya.
Ia mencontohkan, ketika target keuntungan sudah tercapai, investor sebaiknya berani mengambil keputusan untuk keluar dari pasar dan mengamankan keuntungan yang sudah didapat.
"Kalau target sudah tercapai misalnya 35 persen, 40 persen, out," sarannya.
Baca Juga: Rangkap Jabatan, Angga Raka Prabowo Dibela Akademisi
Dalam kesempatan itu, Qadari juga menyinggung saran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya mengajak investor memanfaatkan koreksi pasar untuk membeli saham di harga murah atau dikenal dengan istilah serok bawah.
Menurut Qadari, strategi membeli saat pasar turun tidak selalu menghasilkan keuntungan instan karena pergerakan pasar sering kali sulit diprediksi.
Qadari kemudian melontarkan celetukan yang mengundang tawa hadirin.
"Pak Purbaya itu Menteri Keuangan, bukan trader," katanya.
Meski begitu, Qadari menegaskan investor tetap perlu memperhatikan kondisi ekonomi secara umum. Namun, menurut dia, analisis terhadap emiten tetap menjadi faktor yang paling penting sebelum mengambil keputusan investasi.
"Saya kasih tahu sekarang. Lihat makronya, tapi juga lihat emitennya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
-
Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
-
DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna
-
Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'
-
Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir
-
Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026
-
Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan
-
Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel
-
12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim
-
Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal