News / Nasional
Selasa, 09 Juni 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]
Baca 10 detik
  • YLKI meminta Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang memprioritaskan pemulihan trauma bagi korban keracunan makanan sekolah.
  • Pendampingan psikologis diperlukan agar anak tidak merasa takut atau menolak konsumsi program makan bergizi di masa depan.
  • Perlindungan konsumen harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki pelaksanaan program serta memulihkan kepercayaan publik terhadap instansi tersebut.

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, yang baru dilantik, tidak hanya fokus pada penanganan medis korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua YLKI Niti Emiliana menilai anak-anak yang menjadi korban keracunan juga membutuhkan pendampingan psikologis atau trauma healing agar tidak mengalami ketakutan saat kembali menerima makanan dari program MBG.

"Kasus keracunan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana yang selesai ketika korban dinyatakan sembuh secara medis. Anak-anak korban keracunan akan kembali ke sekolah dan kembali menerima MBG setiap hari hingga mereka lulus sekolah," kata Niti dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

YLKI memandang perlu adanya program trauma healing bagi korban keracunan dan keluarganya untuk mengantisipasi munculnya rasa takut, kecemasan, maupun penolakan terhadap makanan MBG akibat pengalaman buruk yang mereka alami.

"Perlindungan konsumen tidak hanya menyangkut kerugian fisik, tetapi juga dampak psikologis," ucapnya.

Karena itu, YLKI memasukkan penyediaan trauma healing sebagai salah satu dari tujuh pesan yang disampaikan kepada Nanik Deyang dalam 100 hari pertama kepemimpinannya di BGN.

Menurut YLKI, keselamatan dan perlindungan anak sebagai kelompok konsumen rentan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

YLKI berharap pergantian kepemimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan MBG sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Baca Juga: Dilantik Sore Ini, Kepala BGN Nanik S. Deyang Tiba di Istana

Load More