- YLKI meminta Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang memprioritaskan pemulihan trauma bagi korban keracunan makanan sekolah.
- Pendampingan psikologis diperlukan agar anak tidak merasa takut atau menolak konsumsi program makan bergizi di masa depan.
- Perlindungan konsumen harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki pelaksanaan program serta memulihkan kepercayaan publik terhadap instansi tersebut.
Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, yang baru dilantik, tidak hanya fokus pada penanganan medis korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua YLKI Niti Emiliana menilai anak-anak yang menjadi korban keracunan juga membutuhkan pendampingan psikologis atau trauma healing agar tidak mengalami ketakutan saat kembali menerima makanan dari program MBG.
"Kasus keracunan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana yang selesai ketika korban dinyatakan sembuh secara medis. Anak-anak korban keracunan akan kembali ke sekolah dan kembali menerima MBG setiap hari hingga mereka lulus sekolah," kata Niti dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
YLKI memandang perlu adanya program trauma healing bagi korban keracunan dan keluarganya untuk mengantisipasi munculnya rasa takut, kecemasan, maupun penolakan terhadap makanan MBG akibat pengalaman buruk yang mereka alami.
"Perlindungan konsumen tidak hanya menyangkut kerugian fisik, tetapi juga dampak psikologis," ucapnya.
Karena itu, YLKI memasukkan penyediaan trauma healing sebagai salah satu dari tujuh pesan yang disampaikan kepada Nanik Deyang dalam 100 hari pertama kepemimpinannya di BGN.
Menurut YLKI, keselamatan dan perlindungan anak sebagai kelompok konsumen rentan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
YLKI berharap pergantian kepemimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan MBG sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap program tersebut.
Baca Juga: Dilantik Sore Ini, Kepala BGN Nanik S. Deyang Tiba di Istana
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi