- Siswa disabilitas SMAN 81 Jakarta berhasil menembus sistem pertahanan militer dan memperoleh apresiasi atas keahlian teknologi informasinya.
- Kepala SMAN 81 Jakarta mengusulkan fasilitas bagi siswa disabilitas berbakat untuk berkontribusi melalui jalur pengabdian kepada negara.
- Polri berkomitmen merekrut penyandang disabilitas dengan kompetensi khusus untuk mendukung kebutuhan organisasi pada era digital saat ini.
Suara.com - Kisah seorang siswa penyandang disabilitas yang mampu menemukan celah dalam sistem pertahanan militer mencuri perhatian dalam forum diskusi publik yang digelar SSDM Polri.
Cerita tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 81 Jakarta, Albaini dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Polri untuk Masyarakat: Inspirasi, Kesempatan, dan Kontribusi Penyandang Disabilitas dalam Pengabdian kepada Negara” yang digelar di Ambhara Hotel, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
Albaini menjelaskan bahwa sekolahnya menerima banyak siswa penyandang disabilitas, termasuk yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang teknologi informasi.
"Salah satunya anak kami itu memiliki kelebihan di bidang IT. Dia bisa menerobos sistem pertahanan di militer dan dia menginformasikan bahwa ini cacat di sini," ujar Albaini.
Menurutnya, kemampuan siswa tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak yang sistemnya berhasil diuji.
"Sehingga dari sistem pertahanan memberi hadiah kepada dia," katanya.
Albaini kemudian mempertanyakan apakah talenta-talenta seperti itu dapat difasilitasi Polri meski berasal dari kelompok disabilitas yang selama ini belum masuk kategori penerimaan.
"Nah, mungkin ini bisa kita fasilitasi sehingga mereka bisa memberikan satu kontribusi dari kepandaian yang mereka miliki," ujarnya.
Merespons hal tersebut, Karodalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Erthel Stephan menyatakan justru kompetensi semacam itu yang sedang dicari.
Baca Juga: Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
"Hal-hal yang kompetensi-kompetensi seperti inilah sebenarnya yang kita harapkan," kata Erthel.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak seharusnya dinilai hanya dari keterbatasan yang dimiliki.
Menurutnya, di balik kekurangan pada aspek tertentu, mereka kerap memiliki kemampuan dan potensi luar biasa di bidang lain.
"Dari hal tertentu mungkin mereka dianggap sebagai anak-anak atau teman-teman yang memiliki dalam tanda kutip kekurangan, tapi ternyata tidak. Di bidang lain ternyata dia punya kelebihan yang luar biasa," ujarnya.
Karena itu, Polri membuka peluang tindak lanjut bagi siswa penyandang disabilitas yang mengikuti seleksi.
Bahkan, jajaran kepolisian langsung membahas kemungkinan pemanfaatan potensi peserta di satuan lain, termasuk di lingkungan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.
Berita Terkait
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
-
Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat
-
Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional
-
Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru
-
Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco
-
Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
-
Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
-
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
-
Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK