- KPK menyita aset dan uang tunai senilai Rp1,9 miliar dari Sekretaris Dikbud Muara Enim, Abi Nurwardani, dalam operasi tangkap tangan.
- Penyitaan tersebut dilakukan terkait dugaan suap dan gratifikasi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
- KPK menetapkan Bupati Muara Enim Edison beserta tiga tersangka lainnya sebagai tahanan selama 20 hari sejak 9 Juni 2026.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan uang tunai dan aset senilai sekitar Rp1,9 miliar dari tas ransel, brankas, hingga rekening milik Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani.
Temuan itu diperoleh dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap dan gratifikasi proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan uang yang diamankan terdiri dari rupiah, mata uang asing, saldo rekening, serta barang bukti elektronik.
“Total kurang lebih Rp1,9 miliar,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
KPK merinci, salah satu temuan terbesar berasal dari tas ransel milik Abi yang berisi uang tunai Rp323 juta.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan uang tunai dan valuta asing yang disimpan dalam brankas di rumah Abi.
“Uang tunai yang diamankan dari brankas di rumah ABN sebesar Rp40 juta, USD 3.200, SAR 2.260,” ungkap Taufik.
Selain uang tunai, penyidik turut menyita saldo rekening dari sejumlah akun yang nilainya mencapai Rp1,47 miliar.
“Saldo dalam rekening dari beberapa akun, sebesar Rp1,47 miliar,” tambahnya.
Baca Juga: KPK Dalami Isi Komunikasi Antara Silmy Karim dan Bos Kampung Rusia
Empat tersangka
Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka.
Mereka adalah Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, keponakan sekaligus orang kepercayaan Edison bernama Adi Triyadi, serta pihak swasta Cory Erin Hardi.
Keempatnya langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 9 Juni hingga 28 Juni 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Edison, Abi, dan Adi diduga menerima suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Sementara Cory diduga berperan sebagai pemberi suap dalam perkara tersebut.
Kasus ini menjadi OTT terbaru KPK yang menyeret kepala daerah aktif, sekaligus membuka dugaan praktik korupsi dalam proyek pengadaan di sektor pendidikan daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa
-
Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia
-
Indonesia Kekurangan Talenta Siber, ITSEC Asia dan PT INTI Siapkan Solusinya
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan
-
Gabung Kendal Tornado FC, Diego Dalloca: Saya Ingin Menciptakan Sejarah!
-
5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!
-
Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM
-
Ulasan Novel Negara Kelima, Menguak Konspirasi Gelap Kelompok Aparat Korup
-
Mengurai Inovasi Regulasi dan Dominasi Institusi di Balik "Rebound" Pasar Kripto Global
-
Tidar Jakarta Barat: Pelantikan Sudaryono Momentum Pembenahan Sistem MBG