-
Komando Pusat Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan udara presisi terhadap objek militer strategis di Iran.
-
Operasi jet tempur AS menghancurkan radar, kendali darat, dan pertahanan udara di Selat Hormuz.
-
Pemboman dilakukan sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AS dan gangguan kapal dagang internasional.
"Pasukan AS tetap waspada dan bersikap untuk bertahan melawan agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
Dampak serangan udara tersebut dikonfirmasi langsung oleh media lokal di Iran yang melaporkan terjadinya serangkaian dentuman masif.
Pulau Qeshm yang berada di lokasi strategis Selat Hormuz bergetar akibat terkena hantaman bom kiriman Pentagon.
"Suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm beberapa kali," demikian diposting oleh kantor berita semiresmi Mehr via Telegram.
Sebelum bom menghantam Pulau Qeshm, wilayah pesisir lainnya seperti Bandar Abbas, Sirik, dan Jask telah lebih dulu membara.
Kantor berita Mehr mengabarkan situasi mencekam di mana gelombang serangan kedua kembali menggempur kota pelabuhan Jask secara agresif.
Ketegangan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz merupakan konflik menahun yang kerap mengancam pasokan minyak dunia.
Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah serangkaian insiden sabotase kapal tangki dan saling tembak drone di wilayah perairan tersebut.
Jatuhnya helikopter militer Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang memaksa Gedung Putih mengambil tindakan militer langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran.
Baca Juga: Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda