- Perempuan penenun asal Lombok mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan bisnis dan literasi dari CIMB Niaga dan Tenoon pada Maret 2025.
- Program tersebut bertujuan membantu para perempuan penenun mengelola usaha secara profesional serta meningkatkan akses ke pasar digital.
- Hasilnya, para penenun kini mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan memperoleh kenaikan pendapatan hingga 25 persen per bulan.
Fasilitator Pelatihan Perempuan Penenun, Tinar Meinati Kusumadewi mengatakan, perempuan penenun di Desa Sukarara menghadapi banyak tantangan dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan mengakses pasar, pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Mereka masih menjalankan pencatatan keuangan secara sederhana, bahkan beberapa belum melakukan pencatatan sama sekali. Jadi hanya fokus menenun," katanya.
Kondisi itu membuat mereka kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Akibatnya perkembangan bisnis berjalan lambat meskipun produk mereka memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
Melalui pelatihan tersebut, Tenoon bersama CIMB Niaga mendorong para perempuan penenun agar tidak hanya menjaga tradisi tenun Sasak, tetapi juga mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Pelatihan itu sekaligus menjadi pintu awal bagi mereka mengenal pengelolaan usaha modern dan membuka akses terhadap layanan keuangan formal.
Pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan saja. Peserta juga dilibatkan dalam program BerdayaBareng x CIMB Niaga, yakni program pendampingan UMKM di Indonesia Timur yang selama ini belum banyak terjangkau layanan pembiayaan perbankan.
“Setelah menyelesaikan pelatihan, banyak peserta mengalami peningkatan pendapatan sampai 25 persen,” kata Tinar.
Pelatihan yang diikuti oleh Nisa dan perempuan penenun lainnya itu berasal dari donasi nasabah Giro Kartini CIMB Niaga. Produk rekening giro tersebut dirancang untuk mendorong pemberdayaan perempuan dengan konsep woman support woman, yakni nasabah perempuan Giro Kartini ikut mendukung perempuan lain dalam mengembangkan usaha mereka.
UMKM perempuan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2024, sebanyak 66 juta UMKM berkontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai Rp9.580 triliun. Dari jumlah tersebut, 99 persen merupakan usaha mikro dan 64 persen pelakunya adalah perempuan.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan, pemberdayaan UMKM perempuan dinilai tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan posisi dan kemandirian perempuan di masyarakat.
“Kalau kita bisa memberdayakan UMKM, kita tidak hanya memberdayakan ekonomi saja, tetapi juga memberdayakan perempuan,” kata Dyah dalam keterangannya.
Dukungan CIMB Niaga untuk UMKM Perempuan
Di tengah besarnya kontribusi perempuan terhadap sektor UMKM, berbagai tantangan masih dihadapi UMKM perempuan. Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa pembiayaan langsung, tetapi juga kesempatan untuk berkembang dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Pendekatan itulah yang dibangun CIMB Niaga melalui Giro Kartini. Giro Kartini merupakan komitmen CIMB Niaga memberikan solusi finansial end-to-end bagi perempuan pelaku usaha.
Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga, Tony Tardjo mengatakan, Giro Kartini tidak hanya membantu perempuan pelaku usaha mengelola simpanan secara optimal, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha hingga menyentuh aspek sosial dan lingkungan.
"Giro Kartini memberikan nilai tambah dibanding giro biasa melalui imbal hasil yang lebih kompetitif, kemudahan transaksi digital, serta kontribusi terhadap pembiayaan perempuan," kata Tony kepada Suara.com.
CIMB Niaga menggunakan pendekatan relationship-based banking mendampingi nasabah Giro Kartini mengelola transaksi hingga kesiapan memperoleh dukungan pembiayaan untuk membantu pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut dilakukan agar mereka memiliki kesiapan administrasi dan rekam jejak finansial yang lebih baik ketika membutuhkan akses pembiayaan usaha. Banyak UMKM perempuan memiliki potensi berkembang, namun belum terbiasa mengelola transaksi dan pencatatan usaha secara terstruktur.
Perkembangan usaha nasabah juga dipantau, mulai dari pertumbuhan aktivitas transaksi hingga pemanfaatan layanan perbankan lainnya. Tujuannya agar kebutuhan finansial dan peluang pengembangan bisnis nasabah dapat dipetakan sesuai tahapan pertumbuhan usaha masing-masing.
"Ini komitmen kami menyediakan solusi finansial yang menyeluruh untuk perempuan pelaku usaha," kata Tony.
Selain itu, Giro Kartini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui berbagai program sosial dan pelatihan. Setiap pembukaan rekening Giro Kartini disertai donasi sebesar Rp25 ribu untuk mendukung program pemberdayaan perempuan, termasuk pelatihan yang didapatkan oleh Nisa di Lombok.
"Ke depan, cakupan program ini terbuka untuk diperluas ke berbagai wilayah agar memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Tony.
Merujuk laporan keberlanjutan CIMB Niaga, portofolio Giro Kartini mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2022, tercatat portofolio sebesar Rp15,02 miliar naik menjadi Rp86,30 miliar di tahun 2023. Kenaikan signifikan terjadi pada 2024 mencapai Rp509,7 miliar atau tumbuh 491 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
CIMB Niaga juga meluncurkan Kartini Loan pada akhir 2024 untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM perempuan. Program tersebut menawarkan bunga kompetitif dan bebas biaya administrasi pada tahun pertama.
Berbagai inisiatif tersebut mengantarkan CIMB Niaga meraih penghargaan prestisius sebagai Banking for Women Initiative of the Year-Indonesia dalam ajang Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2023. Pada 2024, CIMB Niaga mendapat pengakuan internasional sebagai Best SME Bank Indonesia 2024 dari World Economic Magazine Awards dan Global Business & Finance Magazine Awards.
Pemberdayaan Perempuan dan Misi Lingkungan Berkelanjutan
Pemberdayaan perempuan pelaku usaha kini tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, UMKM perempuan didorong untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi bersama United Nations Environment Programme (UNEP), UN Women, dan BASE Foundation, CIMB Niaga mendorong perluasan akses pembiayaan iklim bagi UMKM perempuan agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi hijau.
Women's Economic Empowerment Senior Advisor UN Women Perwakilan Indonesia, Poppy Ismalina mengatakan, program kerjasama ini lahir dari dua persoalan yang dihadapi Indonesia, yakni rendahnya pembiayaan hijau dan terbatasnya akses pembiayaan bagi UMKM perempuan.
"Program ini menjawab dua persoalan sekaligus, bagaimana meningkatkan akses pembiayaan bagi perempuan yang ingin mengadopsi teknologi hijau dalam usahanya," kata Poppy kepada Suara.com.
Melalui program yang berjalan sejak Juni 2025 hingga Desember 2027 ini, perempuan pelaku usaha tidak hanya didorong mengakses pembiayaan, tetapi juga dikenalkan pada teknologi hijau yang dapat membantu usaha mereka menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, kerjasama ini memperkuat komitmen CIMB Niaga mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan, memperluas keuangan inklusif dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.
"Melalui program ini, CIMB Niaga akan memberikan pembiayaan bersubsidi penuh bagi UKM wanita dan kelompok rentan yang ingin mengadopsi solusi energi bersih dan berkelanjutan," kata Fransiska.
Sementara itu, Nisa di Desa Sukarara merasa sangat terbantu dengan dukungan program pemberdayaan dari donasi Giro Kartini CIMB Niaga. Melalui pelatihan, ia mendapatkan banyak pandangan baru tentang bagaimana usaha merawat kebudayaan tenun Sasak bisa bertahan di tengah perubahan zaman.
"Saya sering ikut pelatihan, tapi pelatihan ini berbeda. Saya diajari bagaimana jualan tenun lewat online. Ini sudah kita coba, Alhamdulillah tambah pendapatan," kata Nisa.
Berita Terkait
-
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026
-
CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi
-
CIMB Niaga Maksimalkan Layanan Digital Selama Liburan Nyepi dan Lebaran
-
CIMB Niaga Siapkan Dana Rp200 Juta untuk Aksi Lingkungan dan Sosial
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?
-
MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN