News / Metropolitan
Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:44 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengerahkan 6.088 personel gabungan TNI-Polri untuk mengawal aksi mahasiswa di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.
  • Seluruh petugas dilarang membawa senjata api demi memastikan pengamanan berjalan secara humanis, persuasif, serta tetap menjaga ketenangan.
  • Pengamanan difokuskan pada empat titik utama untuk menjamin kelancaran penyampaian aspirasi mahasiswa sekaligus mengantisipasi potensi provokasi kelompok lain.

Suara.com - Polda Metro Jaya menyatakan memberikan jaminan keamanan dalam pengawalan aksi penyampaian pendapat oleh elemen mahasiswa hari ini, Jumat (12/6/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa seluruh personel TNI dan Polri yang bertugas di lapangan dilarang keras membawa senjata api.

Instruksi ini merupakan direktif langsung dari Kapolda Metro Jaya untuk memastikan pelayanan terhadap massa aksi dilakukan secara humanis dan persuasif.

"Ada penekanan khusus dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini," ujar Kombes Budi Hermanto di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Budi menjelaskan bahwa kehadiran 6.088 personel gabungan TNI-Polri adalah untuk menjamin agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik tanpa hambatan.

Petugas diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi selama bertugas.

"Bapak Kapolda menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi," tambahnya.

Untuk mengamankan jalannya aksi di sejumlah titik, Polri dan TNI mengerahkan total 6.088 personel gabungan. Kekuatan ini terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Kor Sabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, dan 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.

Pengamanan akan difokuskan di empat titik utama, yakni wilayah seputaran DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan kawasan Cikini Raya.

Baca Juga: Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Menuju Indonesia Bangkrut di Bundaran HI, Tuntut Harga BBM Diturunkan

Meski aparat tidak dibekali senjata api, Polda Metro Jaya tetap menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) untuk mengantisipasi adanya kelompok tertentu yang mencoba menunggangi aksi mahasiswa.

Budi mengingatkan para peserta aksi untuk waspada terhadap provokator yang masuk ke barisan.

"Kami mengingatkan adik-adik mahasiswa untuk memperhatikan sekitar. Jangan ada kelompok lain yang masuk memprovokasi. Jika ditemukan ada yang membawa barang-barang yang membahayakan atau berniat mengganggu ketertiban umum, Satgas Gakkum akan melakukan tindakan tegas," ujar dia.

Load More