- Kejaksaan Agung menggeledah enam lokasi di berbagai kota untuk mengumpulkan bukti dugaan korupsi tata kelola Badan Gizi Nasional.
- Kepala Badan Gizi Nasional membantah hoaks terkait tuduhan pembagian persentase dana program kepada Presiden yang beredar di masyarakat.
- Komisi IX DPR RI mengusulkan penghentian sementara program karena ditemukan pemborosan anggaran negara lebih dari satu triliun rupiah.
Suara.com - Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar strategis pemerintah kini tengah berada dalam sorotan tajam. Di tengah bergulirnya proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program tersebut, sejumlah dinamika baru mulai mencuat ke permukaan.
Mulai dari perluasan wilayah penggeledahan oleh korps adhyaksa, kemunculan kabar bohong (hoaks) yang menyeret pimpinan lembaga, hingga munculnya desakan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menghentikan sementara operasional program ini menjadi rangkaian fakta yang paling disorot publik saat ini.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta terbaru mengenai sengkarut tata kelola program Makan Bergizi Gratis:
Kejagung Sisir Enam Lokasi Strategis di Berbagai Daerah
Penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran MBG di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung mengonfirmasi telah melaksanakan operasi penggeledahan secara maraton di enam titik lokasi yang berbeda.
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, memaparkan bahwa wilayah penggeledahan tersebut tidak hanya berpusat di ibu kota, melainkan meluas ke beberapa kota besar lainnya.
"Iya (enam) lokasi penggeledahan pada beberapa saat yang lalu memang masih berlangsung ya beberapa tempat itu ada yang di Jakarta ada yang di Bandung ya terus ada di beberapa tempat lain lah," jelas Syarief dalam konferensi pers di Gedung Kejagung.
Syarief menambahkan, rangkaian penggeledahan ini merupakan draf langkah taktis penyidik demi mengumpulkan dan memperkuat alat bukti dokumen maupun digital.
Fokus penyelidikan diarahkan untuk melengkapi berkas perkara dari sejumlah oknum pejabat BGN serta pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
Kepala BGN Klarifikasi Isu Hoaks Aliran Dana ke Presiden
Di tengah bergulirnya isu penegakan hukum, program MBG juga diterpa serangan disinformasi di jagat maya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, secara tegas membantah narasi viral yang mencatut nama dirinya terkait draf pembagian persentase dana program MBG kepada Presiden. Nanik memastikan kabar tersebut adalah murni berita bohong atau hoaks.
"Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," tutur Nanik secara tertulis.
Nanik menyayangkan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan momentum ini untuk membangun opini provokatif demi menimbulkan kegaduhan publik.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan selalu merujuk pada kanal komunikasi atau situs resmi lembaga yang sudah terverifikasi sebelum menyebarluaskan informasi.
Berita Terkait
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol