-
Donald Trump menegaskan kesepakatan memorandum dengan Iran bukan akhir dan siap melanjutkan pengeboman.
-
Perjanjian diplomatik ini berhasil menyelamatkan stabilitas pasar internasional dari ancaman depresi ekonomi global.
-
Harga minyak mentah dunia langsung merosot tajam menyusul tercapainya kesepakatan perdamaian sementara tersebut.
Suara.com - Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan nuklir darurat yang baru saja dicapai bersama Iran bukanlah keputusan akhir yang mutlak. Status gencatan senjata diplomasi ini sewaktu-waktu bisa dibatalkan jika Teheran terbukti mengkhianati komitmen bersama.
Pemerintah Washington bahkan siap menggerakkan kembali armada tempur udara untuk melancarkan serangan masif ke jantung wilayah Iran. Langkah ekstrem ini menjadi opsi utama apabila kesepakatan tersebut dilanggar oleh pihak Teheran.
Ketegangan ini mencuat setelah kesepakatan awal tidak langsung memberikan pemulihan ekonomi atau pencabutan sanksi sepihak bagi Iran. Situasi ini menempatkan posisi tawar Amerika Serikat jauh lebih unggul dalam negosiasi lanjutan tersebut.
Di sela-sela KTT G7 di Prancis, Donald Trump menegaskan posisi militer negaranya yang tetap siaga penuh. Pernyataan ini memperjelas sikap keras Washington terhadap kepatuhan Teheran.
"Ini adalah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka. Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bersikap baik, kita akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka, oke?" ujar Trump, dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).
Di sisi lain, tim perunding Amerika Serikat mengklaim draf kesepakatan ini sebagai salah satu produk diplomasi terkuat yang pernah ada. Meskipun detail dokumen dirahasiakan, draf ini mendapat dukungan luas dari sekutu internasional.
"Itu adalah kesepakatan yang sangat kuat. Tidak ada yang tahu apa isinya, tapi itu sangat kuat, dan sebagian besar orang tampaknya sangat senang," puji Trump terhadap kerangka kerja yang dinegosiasikan pemerintahannya.
Aktivitas perdagangan internasional langsung menyambut baik keputusan politik ini dengan sentimen yang sangat positif. Kekhawatiran pelaku usaha terhadap potensi konflik bersenjata yang lebih besar kini mulai mereda.
Stabilitas baru ini dinilai menyelamatkan perekonomian global dari jurang keterpurukan yang lebih dalam. Tanpa adanya kesepakatan ini, krisis keuangan global diprediksi akan menghantam banyak negara berkembang.
Baca Juga: Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai
"Tidak ada yang sepintar pasar, dan pasar menyukainya melampaui apa pun yang sebenarnya pernah saya lihat," tambahnya seraya melanjutkan, "Alternatifnya adalah depresi di seluruh dunia."
Dampak langsung dari peredaan tensi geopolitik ini terlihat jelas pada pergerakan komoditas energi di bursa internasional. Harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam periode 3 bulan terakhir.
Trump bahkan memproyeksikan penurunan nilai komoditas tersebut akan terus berlanjut ke titik yang lebih rendah. Tren penurunan ini diperkirakan mampu meringankan beban biaya energi masyarakat global.
"Saya pikir harga minyak mungkin bisa menjadi lebih rendah daripada sebelum perang terjadi," pungkas Trump optimis.
Hubungan bilateral antara Washington dan Teheran terus memburuk setelah serangkaian pelanggaran kesepakatan di kawasan Timur Tengah. Blokade ekonomi berkepanjangan telah melumpuhkan sektor ekspor utama Iran selama beberapa tahun terakhir.
Negosiasi di Prancis ini menjadi upaya darurat global untuk mencegah perang terbuka yang bisa mengacaukan jalur pasokan energi dunia. Ketidakpastian kini tetap membayangi karena ancaman kekuatan militer masih menjadi instrumen utama diplomasi Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Hotel Sultan Sudah Dieksekusi Negara, Akan Diubah Jadi Apa?
-
Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu
-
Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG
-
Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda