- Polda Metro Jaya memeriksa Davina Karamoy sebagai saksi atas dugaan penipuan dan penggelapan dana oleh Hanania Travel pada Kamis (18/6/2026).
- Penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Faisal Bagus Ibrahim dan Awkarin yang sebelumnya absen pada 15 Juni 2026 lalu.
- Kasus penipuan Hanania Travel telah merugikan 1.286 korban dengan total kerugian mencapai Rp35,3 miliar dari tiga gelombang laporan.
Suara.com - Polda Metro Jaya memeriksa artis Davina Karamoy terkait perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana Hanania Travel. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengatakan Davina hadir di Subdit Kamneg Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.00 WIB.
“Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” kata Andaru saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Andaru menuturkan, dalam perkara ini seharusnya juga memeriksa Faisal Bagus Ibrahim (FBI) selaku vokalis Guyon Waton dan Karin Novilda alias Awkarin untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Keduanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 15 Juni 2026. Namun, mereka meminta untuk dijadwalkan ulang.
Andaru menuturkan, jika FBI akan diperiksa pada akhir bulan. Sementara Awkarin dijadwalkan diperiksa pada 29 Juni 2026.
"FBI yang semula dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 15 Juni 2026 menunda pemeriksaan hingga akhir bulan, dengan tanggal yang masih belum ditentukan. Adapun Karin Novilda (KN) mengajukan pemundaan pemeriksaan menjadi hari Senin tanggal 29 Juni 2026," jelas Andaru.
Diketahui, dalam perkara ini total korban penggelapan Hanania Travel yang melapor mencapai 620 orang.
Pengacara korban, Joddy Mulyasetya Putra, menerangkan bahwa pelaporan ini merupakan yang ketiga kalinya.
Baca Juga: Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji
Sehingga, sampai saat ini terdapat 1.286 korban yang telah memberikan kuasa kepada dirinya untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya.
"Untuk hari gelombang ketiga itu kita ada 620 pax. Kemudian nominal itu Rp16.768.745.500. Nah, sehingga jumlah data yang kemudian sudah kami sampaikan ke Polda dari gelombang 1, 2, dan 3 itu kurang lebih sekitar 1.286 pax dengan total nominal Rp35.342.293.500," ucap Joddy di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).
Joddy menerangkan, dari 620 korban yang melapor kali ini, empat di antaranya adalah calon jemaah haji ONH+. Empat jemaah tersebut telah menyerahkan uang tahap pertama kepada Hanania Group, namun belum diserahkan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Berita Terkait
-
Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji
-
Evaluasi Haji 2026 di Hambalang: Prabowo Minta Fasilitas Hotel Ditata, Ongkos Dipangkas
-
Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!
-
KPK Cecar Eks Stafsus Yaqut Soal Aliran Duit USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR
-
Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka
-
Hotel Sultan Sudah Dieksekusi Negara, Akan Diubah Jadi Apa?
-
Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu
-
Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG
-
Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan