- Lembaga Pemilih Indonesia merilis survei nasional pada 19 Juni 2026 mengenai pengaruh Jokowi terhadap citra partai PSI.
- Survei yang melibatkan 1.922 responden di 32 provinsi tersebut menunjukkan sosok Jokowi meningkatkan citra positif bagi PSI.
- Sebagian besar responden menilai PSI mencerminkan sosok merakyat dan gaya kepemimpinan khas yang melekat pada diri Jokowi.
Suara.com - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei nasional bertajuk "Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pandangan Masyarakat".
Survei yang digelar secara daring di 32 provinsi pada 10-17 Juni 2026 terhadap 1.922 responden ini menemukan bahwa sosok Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengaruh signifikan terhadap citra dan tingkat kepercayaan publik terhadap PSI.
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyebutkan bahwa temuan survei tersebut merupakan cermin realitas politik di Indonesia yang masih bertumpu pada kekuatan figur dan berdampak pula terhadap citra partai politik.
Terhadap PSI, menurutnya terjadi perpindahan persepsi dari figur kepada partai. Hal itu dijelaskannya saat merilis survei nasional LPI, di Jakarta, Jum'at 19 Juni 2026.
"Dari temuan survei LPI, 'image transfer' terjadi antara figur Jokowi dengan PSI yang dikabarkan bakal menjadi Ketua Dewan Pembina partai ini," kata Fernando dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026)..
Dia menjelaskan, hasil survei terlihat, bahwa rerata 70.2% masyarakat menilai bahwa kedekatan PSI dengan Jokowi dapat meningkatkan kesan (citra) positif terhadap partai.
Dengan rincian penilaian sebanyak 37.7% responden menilai dapat meningkatkan, 26.4% responden menjawab cukup dapat meningkatkan, dan 6.1% responden menilai sangat dapat meningkatkan.
Sementara 15.5% responden menjawab tidak dapat meningkatkan, dan 10.5% responden menjawab kurang dapat meningkatkan. Lalu sebanyak 3.8% responden memilih tidak menjawab.
Survei itu juga menunjukkan, rerata 77.8% masyarakat menilai bahwa Jokowi memiliki pengaruh terhadap dukungan masyarakat ke PSI.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
Dengan rincian sebanyak 35.8% menjawab berpengaruh, 30.9% responden menjawab cukup berpengaruh, dan 11.1% responden menilai sangat berpengaruh.
Sedangkan 16.9% responden menjawab kurang berpengaruh, dan 3.5% responden menjawab tidak berpengaruh.
Sementara, 1.8% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Menurut Fernando, citra positif itu pada akhirnya pada akhirnya akan mengasosiasikan figur tersebut terhadap PSI, tetapi juga atribusi atau identitas lain yang muncul dari pandangan atau penilaian responden.
Seperti halnya persepsi publik terhadap figur Jokowi yang dikenal merakyat dan gaya kepemimpinannya yang unik dan khas.
Dari temuan survei menunjukkan, rerata 64.9% masyarakat menilai bahwa PSI merupakan partai yang merakyat seperti Jokowi.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Bukan Urusan Politik, Mensesneg Bongkar Isi Pertemuan Didit Hediprasetyo dan Jokowi
-
Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa
-
Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli
-
Roy Suryo Ditangkap Belum Sempat Mandi, Refly Harun Kecam Aksi 'Subuh' Polda Metro Jaya
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM