News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Lembaga Pemilih Indonesia merilis survei nasional pada 19 Juni 2026 mengenai pengaruh Jokowi terhadap citra partai PSI.
  • Survei yang melibatkan 1.922 responden di 32 provinsi tersebut menunjukkan sosok Jokowi meningkatkan citra positif bagi PSI.
  • Sebagian besar responden menilai PSI mencerminkan sosok merakyat dan gaya kepemimpinan khas yang melekat pada diri Jokowi.

Dengan rincian penilaian, sebanyak 30.5% responden menjawab cukup merakyat, 25.5% menjawab merakyat, dan 8.9% responden menjawab sangat merakyat.

Lalu sebanyak 21.4% responden menyebutkan kurang merakyat, 11.7% responden menjawab tidak merakyat dan 2% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Terkait variabel kepemimpinan, survei menunjukkan, rerata 62.8% masyarakat menilai bahwa partai PSI merupakan partai yang mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi.

Rinciannya, sebesar 32.3% responden menjawab cukup mencerminkan, lalu 24.6% responden menyebutkan mencerminkan, dan sebanyak 5.9% responden menjawab sangat mencerminkan.

Sedangkan 17.9% responden menjawab tidak mencerminkan dan 12.1% responden menyebutkan kurang mencerminkan. Dan sebanyak 7.3% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

"Angka-angka ini menegaskan bahwa di mata publik, PSI dan Jokowi praktis sudah menjadi satu paket identitas politik. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi komunikasi politik partai yang konsisten sejak bergabungnya pendukung Jokowi ke PSI hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum," kata Fernando.

Sampel dalam survei ini diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan, untuk memastikan komposisi sampel mendekati karakteristik populasi.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Jumlah sampel sebanyak 1.922 responden dengan margin of error sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Load More