- Lembaga Pemilih Indonesia merilis survei nasional pada 19 Juni 2026 mengenai pengaruh Jokowi terhadap citra partai PSI.
- Survei yang melibatkan 1.922 responden di 32 provinsi tersebut menunjukkan sosok Jokowi meningkatkan citra positif bagi PSI.
- Sebagian besar responden menilai PSI mencerminkan sosok merakyat dan gaya kepemimpinan khas yang melekat pada diri Jokowi.
Dengan rincian penilaian, sebanyak 30.5% responden menjawab cukup merakyat, 25.5% menjawab merakyat, dan 8.9% responden menjawab sangat merakyat.
Lalu sebanyak 21.4% responden menyebutkan kurang merakyat, 11.7% responden menjawab tidak merakyat dan 2% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Terkait variabel kepemimpinan, survei menunjukkan, rerata 62.8% masyarakat menilai bahwa partai PSI merupakan partai yang mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi.
Rinciannya, sebesar 32.3% responden menjawab cukup mencerminkan, lalu 24.6% responden menyebutkan mencerminkan, dan sebanyak 5.9% responden menjawab sangat mencerminkan.
Sedangkan 17.9% responden menjawab tidak mencerminkan dan 12.1% responden menyebutkan kurang mencerminkan. Dan sebanyak 7.3% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
"Angka-angka ini menegaskan bahwa di mata publik, PSI dan Jokowi praktis sudah menjadi satu paket identitas politik. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi komunikasi politik partai yang konsisten sejak bergabungnya pendukung Jokowi ke PSI hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum," kata Fernando.
Sampel dalam survei ini diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan, untuk memastikan komposisi sampel mendekati karakteristik populasi.
Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Jumlah sampel sebanyak 1.922 responden dengan margin of error sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Bukan Urusan Politik, Mensesneg Bongkar Isi Pertemuan Didit Hediprasetyo dan Jokowi
-
Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa
-
Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli
-
Roy Suryo Ditangkap Belum Sempat Mandi, Refly Harun Kecam Aksi 'Subuh' Polda Metro Jaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan