- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa mengikuti kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua pada Juni 2026.
- Langkah ini menjadi kanal dialog strategis agar mahasiswa dapat menyampaikan kritik dan masukan langsung kepada pemerintah secara efektif.
- Pengalaman lapangan membantu mahasiswa memahami kebijakan pemerintah secara utuh untuk meminimalisasi kesenjangan informasi serta memperbaiki evaluasi program pemerintah.
Suara.com - Keputusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah mahasiswa mengikuti kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua memantik perhatian kalangan akademisi.
Di tengah derasnya kritik mahasiswa terhadap sejumlah program pemerintah, langkah tersebut dinilai sebagai upaya membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan kelompok muda.
Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Erdi, menilai pelibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja memiliki nilai strategis karena kelompok tersebut selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah.
"Mereka inilah kelompok-kelompok terpelajar yang memang sudah seharusnya terlibat atau dilibatkan dalam pengambilan keputusan," kata Erdi kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Menurut Erdi, selama ini mahasiswa kerap menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi maupun forum-forum publik.
Karena itu, keterbukaan pemerintah mengajak mereka melihat langsung berbagai program di lapangan dapat menjadi kanal baru dalam menyampaikan kritik dan masukan.
"Ini merupakan sebuah langkah berani dan mungkin belum pernah terjadi di negara ini," katanya.
Wakil Dekan III FISIP Untan itu menilai pelibatan mahasiswa memungkinkan aspirasi publik disampaikan langsung kepada pengambil kebijakan. Dengan demikian, kritik yang selama ini muncul di ruang publik tidak berhenti sebagai protes, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.
"Kita berharap apa yang menjadi aspirasi mahasiswa dapat diwujudkan oleh Mas Wapres dalam bentuk program atau aksi nyata ke depan," tuturnya.
Baca Juga: Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
Pandangan serupa disampaikan pakar kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam kunjungan kerja dapat membantu mereka memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini menjadi perdebatan publik.
"Untuk mengatasi kesenjangan informasi, metode seperti ini bisa menjadi solusi agar mahasiswa juga mendapat informasi dari sisi upaya pemerintah dalam kebijakan pengelolaan lahan di Papua," jelas Kristian.
Ia menilai pengalaman melihat langsung kondisi di lapangan penting agar mahasiswa dapat membandingkan berbagai informasi yang beredar dengan fakta yang mereka temui sendiri.
Langkah Gibran mengajak mahasiswa dalam kunjungan kerja ini muncul di tengah kritik sebagian kalangan kampus terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam beberapa kesempatan, mahasiswa juga menyuarakan berbagai tuntutan terkait kebijakan ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan daerah.
Dalam kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua, Gibran didampingi lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis