- Prof. Suzie Sudarman menyatakan polemik ijazah Presiden Jokowi seharusnya dapat diselesaikan lebih awal melalui klarifikasi langsung pihak terkait.
- Penangkapan Dokter Tifa dan Roy Suryo pada 19 Juni 2026 dianggap sebagai dampak sikap diam Jokowi atas spekulasi publik.
- Penyaringan informasi yang ketat oleh lingkaran dalam istana dikhawatirkan mengisolasi Presiden Prabowo dari kondisi realitas objektif masyarakat.
Suara.com - Polemik isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dinilai tidak perlu terjadi jika pihak yang dituduh bersedia memberikan klarifikasi langsung.
Di sisi lain, arus informasi di lingkaran pemerintahan baru juga disorot karena dinilai terlalu disaring oleh lingkaran terdekat presiden.
Dua poin krusial tersebut diungkapkan oleh akademisi senior Universitas Indonesia (UI), Prof. Suzie Sudarman, saat merespons penangkapan Dokter Tifa dan Roy Suryo pada Jumat (19/6/2026).
Kasus yang menyeret pegiat media sosial tersebut dianggap sebagai buntut panjang dari sikap diam Jokowi selama bertahun-tahun.
Menurut Suzie, persoalan ijazah ini sebenarnya sangat sederhana dan tidak perlu menguras energi bangsa jika diselesaikan sejak awal melalui pembuktian langsung.
"Mereka kan ribut soal ijazah Pak Jokowi, ya. Jadi harusnya yang menjawab itu Pak Jokowi, menjawab apakah benar tuduhan itu apa tidak benar," kata Suzie dalam wawancara di Forum Keadilan TV.
Sikap tidak acuh tersebut, menurut Suzie, justru memicu spekulasi liar dan tindakan represif terhadap para pengkritik.
"Ini kan seperti... menyiksa ya. Menyiksa sebuah bangsa untuk mendengarkan celoteh yang tidak ada gunanya," kritik Ketua Pusat Studi Amerika UI tersebut.
Di tengah ketegangan politik ini, publik juga mempertanyakan sejauh mana Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk penangkapan akademisi di wilayah kampus.
Baca Juga: Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
Namun, Suzie meragukan informasi tersebut sampai ke telinga presiden akibat ketatnya penyaringan informasi di lingkaran dalam istana.
Suzie menyebut Prabowo berpotensi terisolasi dari realitas karena ketergantungan yang tinggi pada ajudannya, Teddy.
"Dia (Prabowo) enggak pegang handphone. Dia tergantung kepada Teddy. Teddy bisa menutupi segala hal," ujar Suzie.
Ia bahkan menggambarkan sang ajudan sebagai sosok penguasa yang memiliki pengaruh abnormal dalam menyaring arus informasi di sekitar kepala negara.
Akibatnya, pengambilan kebijakan dan respons presiden terhadap isu-isu sensitif, seperti kebebasan akademik dan penegakan hukum terhadap kritikus, dikhawatirkan tidak mencerminkan kondisi objektif di masyarakat.
Berita Terkait
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi