- Jurnalis Rico Sempurna Pasaribu beserta keluarganya tewas dalam insiden pembakaran rumah di Kabanjahe, Sumatera Utara, pada Juni 2024.
- Laporan CPJ dan FPU mengungkap pengabaian bukti keterlibatan oknum militer serta ketidaktransparanan penyelidikan oleh aparat penegak hukum Indonesia.
- Organisasi internasional mendesak pemerintah membuka kembali kasus tersebut melalui pengadilan sipil guna mengadili aktor intelektual di balik pembunuhan.
Investigasi juga menemukan adanya bukti kuat yang mengaitkan Herman Bukit dengan praktik perjudian ilegal serta pelaku utama pembakaran, Bebas Ginting.
Bahkan, terdapat kesaksian yang menyebut Ginting mengaku mendapat perintah dari Bukit.
Namun, fakta-fakta tersebut disebut diabaikan dalam penyelidikan.
Laporan menilai investigasi militer dilakukan secara terbatas, penuh inkonsistensi, dan minim transparansi, termasuk mengabaikan bukti rekaman percakapan penting.
Lebih jauh, ancaman yang diterima korban sebelum pembunuhan juga tidak ditindaklanjuti secara serius.
Padahal, Pasaribu sempat melaporkan tekanan tersebut kepada rekan kerja hingga pejabat kepolisian.
Kegagalan lain juga terletak pada tidak dilakukannya analisis forensik komunikasi dan aliran keuangan antar pihak terkait.
Hal ini dinilai memperlemah upaya pengungkapan aktor intelektual di balik kasus tersebut.
Hingga kini, Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kodam I/Bukit Barisan belum memberikan tanggapan atas temuan tersebut.
Baca Juga: Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat
Situasi ini semakin memperkuat kekhawatiran publik terkait transparansi penegakan hukum.
Secara keseluruhan, laporan ini menjadi pengingat keras bahwa impunitas masih menjadi masalah serius.
Sejak 1992, tercatat 14 jurnalis dibunuh di Indonesia, dengan mayoritas kasus belum terselesaikan secara tuntas.
Fenomena ini juga terjadi secara global, di mana empat dari lima pelaku pembunuhan jurnalis lolos dari hukuman.
Dalam banyak kasus, hanya pelaku lapangan yang dijerat hukum, sementara aktor intelektual tetap bebas.
CPJ dan FPU mendesak agar pemerintah Indonesia segera membuka kembali kasus ini.
CPJ dan FPU menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas demi menjamin keselamatan jurnalis di masa depan.
Berita Terkait
-
Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat
-
Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa