News / Nasional
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto dok. Presiden)
Baca 10 detik
  • Deddy Yevri Sitorus mengkritik PSI yang diduga menggunakan isu dukungan dua periode Prabowo-Gibran untuk meraih simpati publik secara instan.
  • Kritik disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) terkait strategi PSI yang dianggap tidak mandiri membesarkan partai internal.
  • Deddy mendesak partai politik untuk fokus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat saat ini daripada membicarakan Pemilu 2029 yang masih jauh.

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, memberikan komentar pedas terkait isu adanya arahan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama dua periode.

Deddy menilai langkah PSI tersebut hanyalah sebuah cara instan untuk menarik simpati publik.

Menurutnya, selama ini PSI cenderung tidak fokus membesarkan internal partai secara mandiri, melainkan lebih sering "menumpang" pada nama besar atau isu-isu yang sedang hangat.

"Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDI Perjuangan, mereka akan jadi pembicaraan publik," ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan bahwa narasi dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran sengaja diembuskan agar perhatian publik atau pendukung pemerintah saat ini melirik ke PSI.

Namun, Deddy justru mempertanyakan apakah rencana tersebut sudah dikonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan.

"Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau? Tanya dulu dong sebelum kampanye kan itu. Itu satu," tegasnya.

Selain mempertanyakan kesediaan Prabowo, Deddy juga mengkritik momentum isu ini yang dinilai sangat tidak tepat.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus. (Suara.com/Bagaskara)

Ia mengingatkan bahwa Pemilu 2029 masih sangat jauh, sementara rakyat saat ini masih menghadapi berbagai persoalan pelik yang butuh solusi cepat dari pemerintah.

Baca Juga: Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode

Ia pun menyindir PSI yang dianggap terlalu "ngebet" membicarakan periode kedua di saat masa jabatan periode pertama bahkan belum berjalan jauh.

Deddy mendesak agar semua pihak, termasuk partai politik, fokus pada tuntutan masyarakat dan aspirasi mahasiswa yang saat ini tengah mengemuka.

"Kedua, pemilu masih lama. Jawab dulu nih persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu? Itu dulu, jangan langsung ke pemilu. Ini pemerintah lagi pusing, sudah mikirin pemilu 2029. Gak sabaran banget," pungkasnya.

Load More