- Kejaksaan Agung menetapkan Sudianto sebagai tersangka korupsi izin pertambangan bauksit ilegal di Kalimantan Barat periode 2017-2025.
- Tersangka melakukan penambangan di luar wilayah izin resmi dan mengekspor hasilnya melalui dokumen PT Quality Sukses Sejahtera.
- Penyidik menyita aset berupa mobil mewah, alat berat, serta tanah dalam penggeledahan di Jakarta dan Pontianak bulan Juni.
Suara.com - Kejaksaan Agung menyita sejumlah barang bukti usai melakukan penggeledahan sejak tanggal 11-16 Juni 2026 lalu. Penggeledahan itu terkait perkara dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit di Kalimantan Barat periode 2017-2025 atas nama tersangka PDT alias Aseng.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan, berdasarkan hasil penggeledahan petugas menyita sejumlah mobil mewah, Lamborghini Aventador, ada juga Fortuner, ada juga Camry.
“Ada juga alat berat lain seperti ekskavator, dan dump truck,” kata Anang, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa (23/6/2026).
Selain kendaraan, penyidik juga menyita sejumlah harta berupa kantor atau tanah.
Anang mengatakan, saat ini kendaraan mewah seperti Lamborghini yang disita penyidik sedang dikirim dari wilayah Pontianak, Kalimantan Barat.
“Insyaallah pekan ini nyampai ya, pekan ini. Mudah-mudahan,” katanya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan satu orang tersangka dalam kasus korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit di Kalimantan Barat periode 2017-2025.
Adapun tersangka dalam perkara ini, Sudianto alias SDT selaku beneficial owner PT Quality Sukses Sejahtera (QSS).
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, dalam perkara ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
“Hari ini kami mengamankan beberapa orang dari Pontianak dan dari Jakarta. Saat ini, kami menetapkan satu orang tersangka, baru satu ya, atas nama SDT. Ini merupakan beneficial owner dari PT QSS,” kata Syarief, kepada wartawan di Kantornya, Kamis (22/5/2026).
Dalam perkara ini, PT QSS tidak melakukan penambangan di kawasan yang telah ditentukan sesuai dengan IUP. PT QSS, lanjut Syarief, justru melakukan penambangan di luar wilayah yang tertera pada IUP yang sudah diterbitkan.
“Jadi pada intinya PT QSS ini memperoleh IUP, namun yang bersangkutan tidak menambang di lokasi yang diberikan itu,” kata Syarief.
“Tapi menambang di tempat lain, yang dijual ekspor menggunakan dokumen dari PT QSS dengan bekerja sama bersama penyelenggara negara,” imbuhnya.
Aksi ini telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga 2025. Kekinian, penyidik masih melakukan penggeledahan, baik di Pontianak maupun Jakarta.
Sementara kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus ini masih dalam penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Perbuatan tersangka ini telah merugikan keuangan negara dan saat ini sedang dihitung oleh BPKP,” kata Syarief.
SDT saat ini telah dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Berita Terkait
-
Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
-
Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak