- LPSK mengimbau korban lain kekerasan Taufik Hidayat di Kabupaten Bandung segera melapor agar mendapatkan perlindungan resmi.
- Tim LPSK telah diterjunkan ke Bandung pada Rabu (24/6/2026) untuk memantau situasi dan memberikan pendampingan langsung.
- LPSK menjamin keamanan saksi kunci serta korban guna membantu kepolisian mengungkap tuntas rekam jejak kriminalitas pelaku.
Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta siapa pun yang pernah menjadi korban kekerasan Taufik Hidayat (30) di Kabupaten Bandung untuk segera bersuara.
Ajakan ini menyusul gelombang pengakuan di media sosial dari sejumlah orang yang mengklaim pernah menjadi korban Taufik setelah kasus Yuvita Tri Rezeki alias YTR (29) viral.
Wakil Ketua LPSK, Sri Nurherwati, menegaskan pihaknya telah mengantongi informasi terkait adanya potensi korban lain di luar korban utama, YTR. Saat ini, tim LPSK sudah diterjunkan langsung ke Bandung untuk memantau situasi.
"Kami memang sudah mendapatkan informasi itu dan tim LPSK sedang bekerja di sana," ujar Sri Nurherwati di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Sri menilai momentum tertangkapnya Taufik harus dimanfaatkan oleh para korban lain untuk memutus rantai trauma dengan melapor ke polisi maupun LPSK.
Ia menekankan bahwa keberadaan tim LPSK di Bandung saat ini merupakan kesempatan emas bagi para korban untuk mendapatkan pendampingan langsung.
"Kami berharap kalau ada korban yang lain itu harus berani berbicara. Mumpung ada tim LPSK yang sedang di sana, bisa langsung komunikasi dengan Polda dan teman-teman LPSK di sana," imbuhnya.
Tak hanya bagi korban, LPSK juga menjamin keamanan bagi saksi-saksi kunci yang memiliki informasi krusial mengenai rekam jejak kekerasan Taufik.
Perlindungan ini dianggap vital agar saksi tidak merasa terintimidasi dalam membantu pengungkapan kasus.
Baca Juga: Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
"LPSK siap membantu para korban lainnya yang mengajukan perlindungan, termasuk saksi-saksinya. Kalau memang ada ancaman, saksi-saksi ini menentukan pengungkapan kasus itu juga," katanya.
Kasus penyekapan dan penganiayaan sadis yang dilakukan Taufik terhadap kekasihnya, YTR, tengah menjadi sorotan. Kondisi YTR yang mengalami luka berat memicu keberanian korban-korban lain untuk mulai muncul ke permukaan melalui kesaksian di dunia maya.
Saat ini, kepolisian terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan seluruh aksi kriminal Taufik terungkap secara utuh, sementara LPSK memastikan pintu perlindungan tetap terbuka lebar bagi mereka yang berani bicara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun