- Tiga peserta pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola koperasi desa di Indonesia dilaporkan meninggal dunia pada Juni 2026.
- Program latihan fisik selama 45 hari bagi 35.000 peserta tersebut memicu desakan evaluasi dan penyelidikan dari berbagai pihak.
- Pemerintah menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan latihan tersebut, namun tetap melanjutkan program pelatihan bagi seluruh calon pengelola koperasi.
Kritik juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari sejumlah organisasi, antara lain Imparsial, Setara Institute, dan Human Rights Working Group. Mereka menilai kematian para peserta menjadi bukti bahwa pendekatan militeristik tidak tepat diterapkan kepada warga sipil.
"Kematian keduanya semakin menunjukkan tidak tepatnya sistem pendidikan militer diterapkan secara serampangan untuk warga sipil," tegas Koalisi Masyarakat Sipil dalam pernyataan resminya, Kamis (25/6/2026).
Koalisi mengecam alasan profesionalisme yang digunakan untuk mewajibkan latsarmil bagi calon pengelola koperasi. Menurut mereka, pengelolaan koperasi membutuhkan kemampuan manajemen modern, bukan pendekatan militer.
"Publik dipertontonkan kebijakan yang tidak tepat ini yang bahkan hingga menimbulkan korban jiwa," katanya.
Mereka juga menilai pelibatan TNI dalam program Koperasi Desa Merah Putih telah melampaui batas profesionalisme militer dan berpotensi mengubah karakter koperasi yang seharusnya bersifat partisipatif.
Selain mendesak investigasi menyeluruh, koalisi meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan program dimintai pertanggungjawaban hukum.
"Pelaku atau struktur komando atas pelaksanaan program ini harus bertanggung jawab secara hukum karena hilangnya nyawa di bawah kendali panitia seleksi dan penyelenggara pelatihan," tegasnya.
Di tengah gelombang kritik tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran. Namun pemerintah memastikan program pelatihan bagi calon pengelola KDMP dan KNMP tetap akan dilanjutkan.
Berdasarkan pengakuan salah seorang peserta di Jakarta, aktivitas harian dalam latsarmil dimulai sejak pukul 05.30 WIB setelah peserta dibangunkan pada pukul 03.30 WIB. Berbagai kegiatan fisik dan materi pelatihan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00-21.30 WIB setiap harinya.
Baca Juga: Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
Berita Terkait
-
Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
3 Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Pelatihan, Anggota DPR Desak Evaluasi Total Skema Rekrutmen
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?