- Sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana diusulkan menjadi Pahlawan Nasional tahun 2026 atas kontribusi besar di bidang pendidikan dan bahasa.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendukung usulan tersebut sebagai bentuk pengakuan negara terhadap tokoh pemikir pembangunan bangsa Indonesia.
- Kementerian Sosial akan menyerahkan usulan ini kepada Dewan Gelar untuk proses verifikasi sebelum diputuskan oleh Presiden RI.
Suara.com - Sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) masuk dalam daftar tokoh yang diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional pada 2026. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang menilai kontribusi STA terhadap bangsa tidak kalah penting meski tidak terlibat langsung dalam perjuangan bersenjata.
Diketahui, Kementerian Sosial merupakan lembaga yang menerima dan memverifikasi usulan calon Pahlawan Nasional sebelum diserahkan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk dikaji. Keputusan akhir pemberian gelar berada di tangan Presiden Republik Indonesia.
Menurut Gus Ipul, sosok STA menunjukkan bahwa jasa bagi bangsa tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan di medan perang. Kontribusi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan bahasa juga layak mendapat penghargaan.
"Pahlawan itu bukan hanya yang ikut bertempur, berada di panggung publik pada waktu itu. Tapi juga ada yang di belakang panggung, seperti Pak Sultan Takdir Alisjahbana," ujar Gus Ipul usai menghadiri Seminar Nasional Usulan Gelar Pahlawan Sultan Takdir Alisjahbana di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Ia mengatakan, pemerintah kini membuka ruang yang lebih luas untuk mengusulkan tokoh-tokoh bangsa dari berbagai bidang, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada tokoh-tokoh yang berjuang secara fisik, padahal banyak figur lain yang memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan bangsa melalui pemikiran dan karya.
"Ini adalah hal yang baru. Memang ini dibuka kesempatan oleh Bapak Presiden Prabowo untuk kita bisa mengusulkan tokoh-tokoh yang mungkin selama ini belum menjadi perhatian bersama kita. Seperti STA, Pak Sultan Takdir Alisjahbana," kata Gus Ipul.
Ia menilai STA memiliki jasa besar dalam membangun fondasi bangsa, terutama melalui pengembangan pendidikan dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
"Beliau telah berjasa. Memang tidak ikut perang secara fisik. Tetapi beliau mempersiapkan dari sisi bagaimana pendidikan dan mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang bisa diterima oleh semua kalangan, yang cocok untuk negara modern," ujarnya.
Baca Juga: Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa saat ini nama STA masih berstatus sebagai usulan. Selanjutnya, Kementerian Sosial akan menyerahkan usulan tersebut kepada Dewan Gelar yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut.
Sebagai informasi, proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional diawali dari usulan masyarakat yang diajukan kepada pemerintah kabupaten atau kota. Usulan tersebut kemudian diverifikasi oleh Dinas Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), sebelum memperoleh rekomendasi gubernur untuk diteruskan ke Kementerian Sosial.
Di tingkat pusat, Kementerian Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) akan melakukan kajian sebelum menyerahkannya kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Keputusan akhir berada di tangan Presiden, yang akan menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional, biasanya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?