- DPP PDI Perjuangan mengirim surat kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk meminta data transparansi Program Makan Bergizi Gratis.
- Permintaan data pada 22 Juni 2026 bertujuan mencegah kader partai mengambil keuntungan pribadi dari pelaksanaan program pemerintah tersebut.
- PDI Perjuangan akan memverifikasi keterlibatan kader dalam proyek nasional guna menjaga integritas serta menegakkan disiplin organisasi partai.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI Perjuangan) secara resmi melayangkan surat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta transparansi data terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil sebagai upaya menegakkan disiplin internal partai sekaligus memastikan tidak ada kader yang mengambil keuntungan pribadi dari program pemerintah tersebut.
Surat bernomor 553/EX/DPP/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026 itu ditandatangani langsung oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Dalam surat tersebut, PDI Perjuangan merujuk pada instruksi internal sebelumnya (Nomor: 940/IN/DPP/II/2026) yang secara tegas melarang seluruh kader partai di tiga pilar—baik di struktur partai, legislatif, maupun eksekutif—untuk mencari keuntungan finansial maupun material dari Program MBG.
"Permohonan ini berkaitan dengan berkembangnya informasi mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG yang saat ini sedang dalam proses penegakan hukum oleh aparat yang berwenang," tulis petikan surat tersebut, dikutip Suara.com, Selasa (30/6/2026).
DPP PDI Perjuangan menilai perlu melakukan langkah klarifikasi dan verifikasi internal terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kader partai guna menjaga integritas organisasi.
Dalam surat tersebut, PDI Perjuangan meminta Kepala Badan Gizi Nasional memberikan informasi mengenai:
- Daftar nama individu, badan usaha, yayasan, atau koperasi yang terlibat dalam Program MBG dan terindikasi memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kader PDI Perjuangan.
- Bentuk keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam pelaksanaan program.
- Data pendukung lainnya yang relevan untuk kepentingan penegakan disiplin partai.
DPP PDI Perjuangan menegaskan bahwa data yang diminta akan digunakan semata-mata untuk kepentingan internal organisasi dalam rangka penegakan etika dan disiplin partai, dengan tetap menghormati ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah PDI Perjuangan ini dinilai sebagai bentuk pengawasan internal terhadap para kader agar tetap menjalankan fungsi pengawasan secara profesional dan tidak menyalahgunakan wewenang dalam program-program strategis nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga: Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?
-
Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai