-
Israel bersumpah menyerang Iran kembali demi menggagalkan kepemilikan senjata nuklir di kawasan.
-
Ancaman konfrontasi militer mencuat tepat setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran berlaku.
-
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk kompromi diplomasi.
Suara.com - Israel menegaskan kesiapan untuk meluncurkan serangan militer susulan ke wilayah Iran guna menghentikan proyek persenjataan nuklir Teheran. Langkah sepihak ini diambil demi menggagalkan potensi kepemilikan bom atom yang dianggap mengancam eksistensi pertahanan mereka.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan komitmen tersebut dalam sebuah wawancara khusus dengan stasiun televisi lokal Channel 14 pada hari Selasa. Ia mengklaim tindakan ofensif yang direncanakan negaranya menjadi kunci utama penyelamatan dari ancaman kehancuran massal.
Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menegaskan secara langsung sikap politiknya yang radikal terhadap program pertahanan Teheran.
"Di Iran, kami menyelamatkan diri kami sendiri dari bom atom," ujarnya dikutip dari Anadolu, Rabu (1/7/2026).
Pernyataan keras ini mencuat tepat setelah nota kesepahaman bersejarah antara Washington dan Teheran mulai diberlakukan secara resmi pada 18 Juni.
Perjanjian internasional tersebut ditegaskan melalui penandatanganan elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump dengan mediasi dari Pakistan.
Kesepakatan bilateral ini sebenarnya dirancang sebagai kerangka kerja strategis untuk mengakhiri perseteruan panjang melalui jalur negosiasi formal.
Fokus utama resolusi mencakup penghentian permusuhan, pencabutan sanksi ekonomi, regulasi nuklir, pemulihan jalur Selat Hormuz, hingga penataan keamanan kawasan.
Namun, pihak Tel Aviv secara konsisten memprotes keras segala bentuk kompromi diplomatik yang terjalin dengan pemerintah Iran. Israel menilai jalur diplomasi tidak akan efektif menahan ambisi militer Teheran sehingga opsi serangan fisik tetap dipertahankan.
Baca Juga: Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
Ketegangan antara Israel dan Iran berakar pada rivalitas geopolitik yang mendalam di kawasan Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.
Situasi kian meruncing seiring kemajuan teknologi pengayaan uranium Teheran yang memicu kekhawatiran global akan lahirnya kekuatan nuklir baru.
Kendati Amerika Serikat mencoba meredam eskalasi lewat pakta kerja sama baru, penolakan keras dari Israel menandakan bahwa stabilitas regional masih rapuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG