- DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov segera menambah alokasi anggaran guna mempercepat penataan kawasan permukiman kumuh di ibu kota.
- Program infrastruktur masyarakat seperti CIP dan CAP saat ini terkendala keterbatasan anggaran sehingga banyak usulan belum terealisasi.
- Peningkatan anggaran diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan serta mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang inklusif.
Suara.com - DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat alokasi anggaran guna program penataan kawasan permukiman kumuh, agar bisa menjangkau lebih banyak warga.
Penataan permukiman dinilai menjadi bagian penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan seiring transformasinya menuju kota global.
Namun, sejumlah program berbasis masyarakat seperti Community Infrastructure Program (CIP) dan Community Action Plan (CAP) masih terganjal keterbatasan anggaran, sehingga sebagian usulan warga belum dapat terealisasi.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi, mengatakan usulan pembangunan melalui skema CIP-CAP membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
“Usulan di kawasan CIP-CAP masih harus mengantre karena anggaran terbatas,” ujar Nabilah, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Nabilah menilai, peningkatan anggaran dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di kawasan padat penduduk, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia meminta Pemprov DKI memberikan perhatian lebih besar terhadap program penataan kawasan kumuh, agar pelaksanaannya berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta August Hamonangan pun menyampaikan pandangan senada, bahwa penataan kawasan permukiman merupakan salah satu aspek penting.
“Penanganan kawasan kumuh harus menjadi prioritas,” tegas August.
Baca Juga: Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
Legislator PSI ini menambahkan, penataan kawasan kumuh harus memperbaiki infrastruktur sekaligus menjamin hak masyarakat untuk tinggal di lingkungan yang layak, sehat, dan aman.
Percepatan penanganan kawasan permukiman pun akan mendukung pemerataan kualitas hidup warga, sekaligus memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Program penataan kawasan kumuh sendiri sudah masuk salah satu agenda besar Jakarta dalam perjalanan bersolek jelang genap berusia 5 abad.
Hingga Mei 2026, jumlah RW kumuh di Jakarta menurun drastis dari 445 ke 211 kawasan, dan diproyeksi akan terus berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
6 Pesan Prabowo ke Polri: Jangan Sombong, Jangan Nyusahin Rakyat, Terus Perbaiki Diri
-
TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!
-
Dissenting Opinion Jadi Kunci, Akankah Nadiem Makarim Lolos di Pengadilan Tinggi?
-
Kronologi Terungkapnya Korupsi Penjualan BBM PT PPN, Negara Rugi Rp486 Miliar
-
Awkarin Kembalikan Uang Saku Hanania Travel, Polisi Himpun Rp110 Juta dari Para Influencer
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat