- Keluarga Lexi Valleno Havlenda menggugat Universitas Tarumanagara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu, 1 Juli 2026.
- Gugatan diajukan akibat ketidakpuasan keluarga atas penanganan medis darurat dan prosedur keselamatan kampus pasca insiden terjatuh.
- Pihak keluarga menuntut pertanggungjawaban materiil dan immateriil senilai lebih dari Rp1 miliar setelah upaya mediasi gagal.
Suara.com - Sidang perdana gugatan perdata adik penyanyi Keisya Levronka terhadap Yayasan Tarumanagara dan Universitas Tarumanagara digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (1/7/2026).
Meski proses hukum baru dimulai, keluarga kembali menyoroti penanganan awal yang diterima Lexi Valleno Havlenda usai terjatuh dari lantai enam gedung kampus.
Kuasa hukum keluarga, Hendro Widodo, mengatakan sidang perdana belum membahas pokok perkara. Pihaknya juga masih membuka ruang apabila ada iktikad baik dari pihak kampus untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Hari ini kami selaku kuasa hukum Tante Leti dan Lexi hadir memenuhi panggilan sidang pertama. Kami juga masih membuka ruang, menunggu iktikad baik dari pihak Untar," kata Hendro saat ditemui usai persidangan.
"Kalau memang mau beriktikad baik terhadap klien kami, ayo kita bicarakan dengan baik. Namun kami tetap menempuh upaya hukum supaya klien kami mendapatkan kepastian hukum," tambahnya.
Ia menjelaskan, gugatan diajukan setelah sejumlah upaya mediasi dengan pihak kampus tidak mencapai kesepakatan.
Dalam gugatan tersebut, keluarga meminta Yayasan Tarumanagara dan Universitas Tarumanagara bertanggung jawab atas kerugian materiil maupun immateriil yang dialami korban. Nilai gugatan disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Salah satu hal yang paling disoroti keluarga adalah penanganan pertama setelah insiden terjadi. Menurut ibu Lexi, Levi Leonita Davies, putranya tidak langsung dievakuasi menggunakan ambulans, melainkan dibawa menggunakan mobil layanan transportasi daring.
"Anak saya didudukin di kursi roda, lalu didorong sampai ke depan gerbang karena Grab-nya nunggu di depan. Diangkat lagi, dimasukin ke Grab," ungkap Levi.
Baca Juga: Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
Menurutnya, keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena korban mengalami cedera serius akibat terjatuh dari ketinggian.
"Dengan kejadian yang berisiko seperti itu, kan seharusnya sudah ada tim medis yang standby. Mereka juga sudah pasti paham bagaimana menangani cedera sekecil atau sebesar apa pun. Nah, di sini itu yang tidak saya lihat," tuturnya.
Tak hanya itu, Levi juga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat di lingkungan kampus.
"Harusnya sekelas organisasi sebesar Yayasan Tarumanagara, SOP sudah ada. Tapi ternyata SOP untuk pelatihnya belum ada setelah saya tanya," ucapnya.
Hingga kini, kondisi Lexi disebut belum pulih sepenuhnya. Mahasiswa tersebut masih menjalani fisioterapi secara rutin, dan aktivitas sehari-harinya belum kembali normal.
"Kalau sekarang mungkin saraf sama pen sih yang paling terganggu. Dari kegiatan sehari-hari masih lumayan terganggu, belum bisa berjalan normal. Jadi masih perlu pendampingan," terang Lexi.
Berita Terkait
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Untar Buka Suara Soal Insiden Jatuhnya Adik Keisya Levronka dari Lantai 6
-
Pernyataan Kampus Untar Soal Tragedi Jatuhnya Adik Keisya Levronka dari Lantai 6
-
Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus Untar, Ibunda Tuntut Keadilan Usai 2 Tahun Bungkam
-
Profil Kevin Hugo yang 3 Kali Ikut Audisi Indonesian Idol, Pernah Pacaran dengan 2 Penyanyi Top!
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub