News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB
Foto udara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 64 warga dari 33 kepala keluarga dievakuasi ke hunian sementara akibat kualitas udara berbahaya di TPA Jatiwaringin.
  • Polda Banten dan instansi terkait melakukan pemadaman kebakaran TPA menggunakan teknik water bombing serta pengerahan personel tambahan di lokasi.
  • KLH mencatat polusi udara akibat pembakaran sampah mencapai angka ekstrem dan jauh melampaui batas aman kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut Rasio, pencemaran udara akibat kebakaran TPA ini bahkan lebih buruk dibandingkan kebakaran hutan dan lahan karena melibatkan pembakaran biomassa, gas metana, serta berbagai jenis limbah.

"Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya," tuturnya.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan pemadaman melalui penyiraman air menggunakan helikopter water bombing.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan operasi udara akan terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemadaman.

"Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPU Jatiwaringin," kata Djohan.

Ia menjelaskan operasi water bombing baru dimulai sehari sebelumnya sehingga efektivitasnya masih terus ditingkatkan.

"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, kita maksimalkan," ucapnya.

Selain itu, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka jalur baru di area gunungan sampah agar kendaraan pemadam dan selang air dapat menjangkau titik-titik api.

"Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," kata dia.

Baca Juga: Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Load More