- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menuding safari politik Jokowi ke berbagai daerah didanai oleh kelompok oligarki dan kriminal.
- Said menduga manuver tersebut bertujuan mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sedang giat melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.
- Said Didu memperingatkan Presiden Prabowo agar tetap waspada terhadap potensi konspirasi kelompok tertentu yang ingin mempertahankan kepentingan ekonomi oligarki.
Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan pernyataan bombastis terkait manuver politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Said menuding agenda kunjungan atau safari politik yang belakangan gencar dilakukan Jokowi ke berbagai daerah didanai oleh kekuatan gelap oligarki.
Tak main-main, Said menduga aliran dana safari tersebut juga melibatkan kelompok yang melanggar hukum. Ia menyebut adanya peran koruptor, pelaku judi online, penyelundup, hingga bandar narkoba di balik layar.
"Saya menduga betul akan bergabung solo oligarki parcok. Bergabung di situ pasti para koruptor, dan di Lampung sudah keliatan. Para pelaku judi online, para pelaku penyelundup, para bandar narkoba akan bergabung untuk membiayai. Dan saya nyatakan itu pasti bergabung," ujar Said dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (1/7/2025).
Menurut analisis Said, langkah politik Jokowi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol perlawanan dan perebutan pengaruh antara pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan kekuatan oligarki yang ingin tetap eksis.
“Jokowi muncul sebagai simbol pelindung oligarki,” tegas Said.
Said menduga, kegelisahan di lingkaran Jokowi muncul lantaran arah kebijakan Presiden Prabowo yang tengah tancap gas memberantas korupsi.
Langkah tegas Prabowo ini dinilai mengancam "kenyamanan" dan kepentingan ekonomi para oligarki yang selama ini merasa terlindungi.
Lebih jauh, ia mengendus adanya konspirasi yang ia sebut sebagai ‘Geng Solo’—kelompok di lingkaran inti Jokowi—yang bekerja sama dengan oligarki dan partai cokelat (parcok) untuk mengacaukan stabilitas pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
Meski melontarkan tuduhan serius, Said Didu tidak merinci secara spesifik siapa saja sosok koruptor, bandar narkoba, maupun penyelundup yang ia maksud dalam skema tersebut.
Dalam pandangan Said, Jokowi adalah tipikal figur yang sulit menerima kenyataan kehilangan kekuasaan. Ia menyinggung kembali memori publik saat wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode menggema di penghujung masa jabatan Jokowi.
Ia menyoroti bagaimana sejumlah pejabat publik secara terang-terangan menjadi corong wacana tersebut.
“Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, lalu La Nyalla Mattalitti ikut menggaungkan,” ucap Said mengenang momen tersebut.
Menariknya, Said justru memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati dinilai menjadi benteng demokrasi yang konsisten menolak perpanjangan masa jabatan, meskipun saat itu Jokowi masih berstatus sebagai kader partainya.
Atas dasar rekam jejak tersebut, Said mengaku telah memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto sejak hari pertama pelantikan. Ia meminta Prabowo waspada terhadap setiap manuver yang dilancarkan mantan Wali Kota Solo tersebut.
Bagi Said, peta konflik politik hari ini telah bergeser secara fundamental.
“Pertarungan sebenarnya bukan Prabowo lawan Anies. Tapi Prabowo lawan Jokowi,” pungkasnya tajam.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'
-
Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global
-
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'