- Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau tewas akibat kontak senjata antara TNI dan TPNPB-OPM di Intan Jaya pada 2 Juli 2026.
- Insiden tragis terjadi saat kelompok bersenjata berlindung di permukiman warga untuk menyerang aparat keamanan di kawasan Desa Bilogai.
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak aparat melakukan investigasi hukum secara transparan serta memprioritaskan perlindungan warga sipil di Papua.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan duka cita mendalam atas kabar meninggalnya seorang ibu hamil tujuh bulan dalam insiden kontak senjata di Desa Weandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis malam (2/7/2026) saat terjadi baku tembak antara pasukan TNI dan kelompok TPNPB-OPM.
Dave menegaskan bahwa hilangnya nyawa warga sipil, terlebih seorang ibu beserta janin yang dikandungnya, merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
"Kehilangan nyawa warga sipil ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa di tengah situasi konflik yang berlangsung di Papua," ujar Dave kepada Suara.com, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan kronologi yang diterima, insiden tersebut bermula saat kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM berlindung di belakang honai (rumah tradisional Papua) milik warga untuk menyerang aparat.
Posisi tersebut menyebabkan warga sipil yang tidak bersalah terdampak kontak senjata yang berlangsung di bawah Pos J2, Desa Bilogai.
Menanggapi hal itu, Dave mengingatkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil wajib menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak.
Ia meminta aparat keamanan di lapangan untuk terus mengedepankan profesionalisme dan prinsip kehati-hatian yang tinggi.
"Aparat keamanan wajib menjalankan operasi secara terukur agar masyarakat yang tidak terlibat konflik tidak menjadi korban. Pada saat yang sama, kelompok bersenjata juga tidak boleh menggunakan permukiman warga sebagai tempat berlindung maupun menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng, karena itu sangat membahayakan," tegasnya.
Baca Juga: KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
Karena terdapat perbedaan informasi mengenai kronologi kejadian di lapangan, Dave mendorong adanya proses hukum yang terbuka.
Ia meminta pihak berwenang melakukan pendalaman fakta secara menyeluruh, objektif, dan transparan.
"Langkah ini penting untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya, menjaga kepercayaan publik, serta mencegah spekulasi yang bisa memperkeruh situasi di lapangan," lanjut politikus Partai Golkar tersebut.
Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa pendekatan di Papua tidak bisa hanya mengandalkan aspek keamanan semata.
Tragedi di Intan Jaya ini menjadi alarm bagi pemerintah agar senantiasa menyertai pendekatan keamanan dengan dialog sosial dan kemanusiaan.
"Negara hadir untuk melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Seluruh pihak perlu menahan diri dan mengutamakan keselamatan masyarakat demi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua yang berkelanjutan," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang ibu hamil tujuh bulan di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, bernama Melkiana Duwitau, dilaporkan tewas tertembak bersama janin dalam kandungannya pada Kamis (2/7/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang diterima dan dihimpun, korban tertembus peluru yang diduga ditembakkan dari arah pos militer yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban di kawasan Jaringan (J2), Kota Sugapa.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Intan Jaya di Sugapa. Akan tetapi, nyawanya tidak tertolong.
Berita Terkait
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total
-
Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas