- Badan Geologi menegaskan video erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial hoaks.
- Rekomendasi resmi menetapkan larangan aktivitas bagi masyarakat, wisatawan, dan nelayan hanya dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.
- Gunung Anak Krakatau saat ini berada dalam fase jeda erupsi setelah rangkaian aktivitas rendah berakhir pada Desember 2023 lalu.
Suara.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah dua informasi yang viral terkait Gunung Anak Krakatau.
Video yang diklaim merekam erupsi terbaru dari atas kapal dipastikan hoaks, sementara kabar yang menyebut radius bahaya mencapai 5 kilometer juga ditegaskan tidak sesuai dengan rekomendasi resmi.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan hasil verifikasi menunjukkan video yang beredar di media sosial bukan merupakan rekaman aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini.
"Video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini, sehingga informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar)," kata Lana dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Selain itu, Badan Geologi juga meluruskan informasi mengenai radius bahaya yang disebut mencapai 5 kilometer.
Menurut Lana, hingga kini rekomendasi resmi masih melarang masyarakat, wisatawan, dan nelayan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
"Rekomendasi resmi yang berlaku saat ini adalah masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau," tegasnya.
Lana menjelaskan, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A di Selat Sunda yang aktivitasnya dipantau melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kalianda di Lampung Selatan dan Pasauran di Kabupaten Serang, Banten.
Ia mengungkapkan, setelah erupsi berskala rendah yang berlangsung hingga 16 Desember 2023, Gunung Anak Krakatau kini masih berada dalam fase jeda erupsi meski aktivitas magmatik berenergi rendah tetap terpantau.
Baca Juga: Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
"Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga saat ini," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Geologi, sepanjang awal Juli 2026 hanya tercatat dua kali erupsi, yakni pada 2 Juli pukul 14.05 WIB dan 3 Juli pukul 11.50 WIB.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia," tegas Lana.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi atau PVMBG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas