News / Metropolitan
Selasa, 07 Juli 2026 | 17:56 WIB
Ilustrasi-Penumpang saat tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PT KAI memaparkan konsep pengembangan Stasiun Gambir menjadi pusat gaya hidup dan transportasi modern pada Selasa, 7 Juli 2026.
  • Stasiun Gambir akan diintegrasikan dengan transportasi publik, kawasan ritel, dan ruang publik guna meningkatkan mobilitas serta kenyamanan penumpang.
  • Proses pembangunan bertahap sedang dipersiapkan KAI untuk memastikan layanan operasional kereta api tetap berjalan dengan aman dan lancar.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memamerkan konsep besar pengembangan Stasiun Gambir menjadi Modern Station & Lifestyle Hub.

Namun, di balik desain yang sudah terperinci, KAI belum mengungkap kapan proyek tersebut mulai dibangun maupun target penyelesaiannya.

Konsep pengembangan itu dipaparkan dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir yang diperkenalkan pada Selasa (7/7/2026). Kajian tersebut mengusung tiga pilar utama, yakni mobility, culture, dan lifestyle.

Dalam rancangannya, Stasiun Gambir akan terintegrasi dengan TransJakarta, MRT, kawasan pedestrian, hingga ruang publik Monas.

Tak hanya sebagai simpul transportasi, kawasan ini juga dirancang dilengkapi area ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, dan ruang publik.

Konsep tersebut juga mencakup pembangunan peron Commuter Line, concourse KRL, intermoda hub di area lower ground, hingga penataan ulang jalur kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak jauh.

Meski demikian, KAI belum memastikan kapan pembangunan fisik akan dimulai.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, integrasi layanan Commuter Line di Gambir saat ini masih berada dalam tahap persiapan.

"uang yang sedang disiapkan adalah bagaimana integrasi itu dapat berjalan lebih baik ketika seluruh aspek teknis sudah siap. Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas," ujar Anne.

Baca Juga: Roy Suryo Buka Babak Baru Praperadilan, Bidik Pasal yang Jadi Dasar Penetapan Tersangka

Menurut Anne, proses integrasi tidak bisa dilakukan secara instan karena harus didukung kesiapan prasarana, pengaturan operasi, aspek keselamatan, kapasitas lintas, hingga koordinasi dengan regulator.

Ia juga menegaskan pengembangan Stasiun Gambir akan berjalan beriringan dengan penguatan fungsi Stasiun Manggarai sebagai central station di jaringan perkeretaapian Jabodetabek.

"Manggarai mengelola perpindahan antarlintas dalam skala besar. Gambir memperkuat akses ke pusat kota, perjalanan KA Jarak Jauh, kawasan Monas, dan pengalaman pelanggan. Pembagian peran ini membuat sistem transportasi publik Jabodetabek lebih tertata," ujarnya.

Anne memastikan pengembangan Gambir akan dilakukan secara bertahap agar transformasi stasiun tetap berjalan tanpa mengganggu layanan kereta.

"Dengan pengembangan yang bertahap, Gambir disiapkan untuk menghubungkan perjalanan antarkota, mobilitas harian, transportasi lanjutan, kuliner, ritel, budaya, dan aktivitas kawasan pusat Jakarta dalam satu ruang yang lebih tertata," pungkasnya.

Load More