- Pegawai PPPK di Kota Tidore melakukan aksi protes pada 6 Juli 2026 akibat ancaman pemutusan hubungan kerja.
- Wakil Ketua DPR RI mendesak Kemendagri segera mengintervensi pemerintah daerah agar tidak merumahkan pegawai karena keterbatasan anggaran.
- DPR RI akan mengevaluasi skema Dana Alokasi Umum guna memastikan pemenuhan hak gaji pegawai di seluruh daerah.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal bereaksi keras menanggapi aksi demonstrasi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, yang terancam dirumahkan akibat kendala anggaran daerah.
Cucun meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera mengintervensi agar gejolak tersebut tidak meluas.
Aksi protes yang digelar pada Senin (6/7/2026) itu dipicu oleh kekhawatiran para pegawai atas ketidakpastian nasib mereka. Pemerintah daerah setempat dilaporkan mengalami kesulitan anggaran untuk membiayai gaji dan tunjangan para PPPK.
Menyikapi hal tersebut, Cucun menyatakan telah menjalin komunikasi langsung dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memastikan tidak ada lagi kebijakan merumahkan pegawai dengan alasan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Saya sudah sampaikan ke Wamendagri, tolong sampaikan ke semua pemerintah daerah, tidak ada lagi istilah merumahkan karena alasan kemampuan anggaran daerah yang kurang," tegas Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Politikus PKB itu menekankan pentingnya fasilitasi dari pemerintah pusat agar ada kepastian status bagi para pegawai, baik yang berstatus PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.
Ia juga menyoroti beban tunjangan kinerja yang kerap menjadi kendala bagi keuangan daerah.
"Ini harus segera difasilitasi pusat. Harus ada kepastian berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai ada kejelasan status mereka. Terkait tunjangan kinerja yang dibebankan ke daerah, Kemendagri harus menyampaikan ini di tingkat nasional agar tidak menjadi beban berat bagi daerah," lanjutnya.
Secara khusus, Cucun juga telah berkoordinasi dengan Kemendagri, dalam hal ini Wamendagri, untuk mengawal kasus di Tidore agar pemerintah pusat segera turun tangan.
Baca Juga: DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset
"Tolong itu kasus di Tidore, Kemendagri bisa turun tangan membantu menangani gejolak yang ada terkait PPPK ini. Kita berharap pemerintah daerah lain juga bisa terus menyampaikan kendalanya," kata Cucun.
Sebagai solusi jangka panjang, Cucun menyebut DPR akan meninjau kembali skema Dana Alokasi Umum (DAU) bagi pemerintah daerah. Menurutnya, alokasi dana dalam skema DAU harus dipastikan mencukupi untuk memenuhi hak-hak pegawai, terutama guru.
"Kita akan lihat nanti di skema DAU-nya seperti apa, karena DAU inilah yang menjadi sumber bagi daerah untuk menggaji guru-gurunya dan pegawai lainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset
-
Polri Geledah 12 Lokasi Korupsi PLN-Asabri, DPR: Siapa pun Wajib Hormati Proses Hukum!
-
Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Rindu Terbayar Setelah 10 Tahun, BRI Pertemukan PMI Yuni dengan Ibunya di Taiwan
-
BRI Pertemukan PMI Yuni Lestari dengan Ibu Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
Rekening Donasi Dibekukan: Penegakan Hukum atau Pembatasan Demokrasi?
-
BRI Dekat Dengan Pekerja Migran Indonesia Lewat Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan"
-
Pramono Ungkap Kronologi Rombongan Fortuner-Alphard Terobos CFD Sudirman: Sudah Dihalau Malah Maksa
-
Kejutan BRI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir Satu Dekade
-
Usut Karhutla Sampai Akar! Audit Korporasi dan Proses Hukum hingga Level Manajemen
-
Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ulama, Begini Penjelasannya
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan