-
Pasukan Korps Garda Revolusi Iran menghancurkan tangki bahan bakar dan Patriot militer AS.
-
Serangan udara beruntun merusak radar FPS di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber.
-
Militer Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat ancaman di wilayahnya.
Suara.com - Pasukan udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan masif yang menghancurkan infrastruktur vital militer Amerika Serikat di Kuwait. Gempuran mematikan ini menyasar tangki penyimpanan bahan bakar dan sistem pertahanan udara canggih milik Pentagon.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan strategis tersebut melumpuhkan fasilitas penting di dua pangkalan udara utama. Gelombang ledakan dilaporkan merusak aset bernilai tinggi milik militer Amerika Serikat secara signifikan.
Langkah berani Teheran ini menandai eskalasi baru ketegangan bersenjata di kawasan Timur Tengah. Manuver tersebut langsung menusuk jantung pertahanan udara yang selama ini melindungi tentara Amerika Serikat.
"Menghancurkan sepenuhnya tangki penyimpanan bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di pangkalan AS di Ali Al Salem," demikian dilaporkan media lokal pada Senin pagi.
Pangkalan Udara Ali Al Salem sendiri merupakan markas penting yang menampung ratusan tentara Amerika Serikat. Komando Pusat AS (CENTCOM) memegang kendali penuh atas operasional pangkalan udara strategis tersebut.
Pasukan elite IRGC tidak hanya menyerang satu titik fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Mereka juga memperluas jangkauan serangan ke fasilitas pertahanan udara lainnya di wilayah tersebut.
Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber yang terletak sekitar 30 mil dari lokasi pertama ikut diamuk peluru kendali. Hantaman keras di pangkalan tersebut merusak sistem radar FPS yang menjadi mata pertahanan udara.
Hingga saat ini Angkatan Bersenjata Kuwait masih enggan memberikan konfirmasi resmi terkait serangan udara tersebut. Pihak CNN juga telah menghubungi Komando Pusat Amerika Serikat untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Kendati demikian militer Kuwait tidak menampik adanya pergerakan ancaman udara di wilayah kedaulatan mereka. Pasukan pertahanan setempat dilaporkan langsung siaga penuh menghadapi serangan susulan.
Baca Juga: Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang
"Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengumumkan bahwa suara ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem Pertahanan Udara yang mencegat serangan musuh," tulis perwakilan militer lewat akun resmi X.
Otoritas keamanan Kuwait meminta seluruh warga sipil untuk tetap tenang menghadapi situasi darurat ini. Penduduk setempat diimbau mematuhi setiap instruksi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah yang berwenang.
Sebelumnya media pemerintah Iran gencar mewartakan target operasi yang mengincar infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait. Belum dapat dipastikan apakah dua peristiwa ledakan di Kuwait saling berkaitan langsung.
Kehadiran militer Amerika Serikat di Kuwait sendiri telah berlangsung lama dalam kerangka kerja sama keamanan regional. Ketegangan antara Washington dan Teheran kerap menjadikan fasilitas militer di Teluk sebagai sasaran empuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
-
Pesan 'Bunda' untuk Siswa di Hari Pertama MPLS 2026: Saling Jaga Teman, Jangan Ada Lagi Perundungan
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan