-
Ledakan misterius mengguncang wilayah Bandar Abbas dan mengaktifkan sistem pertahanan udara Iran.
-
Militer Amerika Serikat menargetkan fasilitas pemeliharaan kapal selam di Selat Hormuz.
-
Warga di Chabahar dan Konarak turut melaporkan enam dentuman keras yang belum diketahui penyebabnya.
Suara.com - Rentetan ledakan besar kembali mengguncang kawasan strategis Selat Hormuz di wilayah timur Bandar Abbas, Iran. Otoritas pertahanan udara setempat langsung aktif siaga menyusul serangan udara beruntun dari militer Amerika Serikat.
Gempuran masif ini menandai eskalasi baru ketegangan bersenjata yang menyasar langsung jantung pertahanan maritim Teheran. Fasilitas vital militer milik negara para mullah tersebut kini dilaporkan dalam kondisi darurat.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi terjadinya rangkaian dentuman keras baru yang memicu kepanikan di wilayah pesisir tersebut. Namun, penyebab pasti dari titik ledakan terbaru itu hingga kini masih misterius.
Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) menyatakan, pihaknya telah menggempur fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal perang di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas. Dikutip Al Jazeera, operasi ofensif ini sengaja membidik titik-titik kekuatan taktis Iran di sepanjang selat paling krusial di dunia.
Kantor berita Tasnim menambahkan situasi di lapangan kian mencekam setelah sistem artileri udara mendadak menyalak. Warga setempat menyaksikan kilatan cahaya di langit malam seiring dengan aktifnya radar pertahanan rudal.
Gelombang serangan udara Pentagon tidak hanya melumpuhkan Bandar Abbas yang menjadi pusat komando kelautan. Jet tempur Amerika Serikat juga menyasar Pulau Qeshm dan wilayah Hajjiabad di Provinsi Hormozgan bagian selatan.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis total kerugian materi maupun korban jiwa akibat agresi udara tersebut. Area pangkalan militer yang terdampak langsung ditutup rapat oleh pasukan keamanan.
Efek getaran dari konflik ini bahkan menjalar hingga ke luar wilayah Provinsi Hormozgan. Kepanikan massa dilaporkan meluas sampai ke area perbatasan luar zona target utama.
Warga yang bermukim di kota Chabahar dan Konarak secara mengejutkan melaporkan adanya enam ledakan terpisah. Lokasi serta pemicu dari dentuman di Provinsi Sistan dan Baluchestan itu masih belum bisa dipastikan oleh otoritas setempat.
Baca Juga: Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka
Ketegangan di jalur logistik minyak global ini terus membara seiring meningkatnya aktivitas militer asing. Bandar Abbas memegang peranan sangat vital karena menjadi markas utama armada laut Iran.
AS CENTCOM menuduh pangkalan tersebut aktif menyokong operasi yang mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz. Oleh karena itu, Amerika Serikat terus meningkatkan intensitas serangan guna mengikis kemampuan maritim sekutu Teheran.
Rentetan ledakan terbaru ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi terbuka di kawasan Timur Tengah. Jalur perdagangan internasional kini berada dalam ancaman penghentian operasional akibat konflik bersenjata yang terus meluas.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia