News / Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB
Rudal Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Rudal Iran menghantam dua kapal tanker Uni Emirat Arab di perairan Oman.

  • Satu kru asal India tewas dan delapan warga negara asing lainnya terluka.

  • Uni Emirat Arab mengecam serangan tersebut karena mengancam keamanan rantai pasok energi dunia.

Suara.com - Serangan rudal Iran menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab di kawasan vital Selat Hormuz bagian selatan. Insiden fatal di jalur maritim internasional ini merenggut nyawa satu orang anggota kru kapal yang merupakan warga India.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa agresi militer tersebut menyasar kapal al-Bahiya dan Mombasa. Saat hantaman terjadi, kedua angkutan komersial itu tengah melintasi wilayah perairan teritorial Oman.

Korban jiwa teridentifikasi sebagai warga negara India yang sedang bertugas di dalam kapal Mombasa. Selain korban tewas, hantaman keras tersebut melukai enam warga India dan dua warga Ukraina.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz. [Tangkap layar X]

Dampak ledakan memicu kerusakan serius dan kobaran api besar pada badan kedua armada logistik. Tim penyelamat bergerak cepat hingga akhirnya situasi kebakaran tersebut berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras aksi penyerangan rudal tersebut. Pihak otoritas juga langsung menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada pemerintah India atas gugurnya kru kapal.

Otoritas diplomasi Uni Emirat Arab menegaskan bahwa tindakan intimidasi di koridor laut strategis tidak dapat ditoleransi. Mereka menilai aksi penyerangan kapal komersial ini sebagai bentuk pembajakan modern.

"Pelayaran komersial dan penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi sama saja dengan pembajakan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan masyarakatnya, serta bagi keamanan energi global," tulis Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, Selasa (14/7/2026).

Serangan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku industri perkapalan internasional yang melintasi Timur Tengah. Jalur Selat Hormuz merupakan urat nadi distribusi minyak mentah dunia yang sangat sensitif konflik.

Hingga saat ini, situasi di sekitar lokasi kejadian masih terus dipantau secara ketat oleh otoritas keamanan. Insiden tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan geopolitik antara kekuatan regional di Teluk Arab.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid

Load More