-
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bersumpah segera membalas kematian ayahnya melalui pesan Telegram.
-
Donald Trump merespons dengan menyiapkan seribu rudal untuk menghancurkan wilayah Iran jika terancam.
-
Konflik memuncak pasca pemakaman Ali Khamenei dan bocornya informasi intelijen dari pihak Israel.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya merupakan keputusan mutlak dari seluruh rakyat. Melalui pesan tertulis di akun Telegram militer, suksesor kekuasaan Teheran ini memastikan tindakan balasan tersebut akan dieksekusi dalam waktu dekat.
Pernyataan keras ini dirilis tepat di tengah prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan udara. Momentum ini langsung memicu eskalasi baru dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Keberadaan Mojtaba Khamenei sendiri hingga kini masih misterius karena ia belum pernah muncul di hadapan publik sejak menjabat. Suksesi kepemimpinan ini terjadi secara tertutup setelah sang ayah dinyatakan tewas pada akhir Februari lalu.
“Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang syahid dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan hina,” tulis Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resminya, dikutip dari TOI, Selasa (14/7/2026).
Laporan internal di Teheran menyebutkan sang pemimpin baru mengalami luka parah pada wajah dan anggota tubuhnya akibat serangan udara. Walaupun kondisinya berangsur pulih, aparat keamanan membatasi kemunculannya demi mengantisipasi operasi militer susulan dari intelijen asing.
Rakyat Iran yang memadati prosesi berkabung secara terbuka menyuarakan kemarahan mereka terhadap Gedung Putih. Massa mengarahkan tuntutan balas dendam tersebut langsung kepada Presiden Amerika Serikat saat ini.
“Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan pasti akan dilaksanakan,” tegas Mojtaba Khamenei dalam suratnya.
Ia menambahkan bahwa daftar nama seluruh pihak yang terlibat dalam serangan tersebut telah dikantongi secara detail oleh militer. Pihak Teheran memastikan para eksekutor tidak akan pernah bisa melarikan diri dari tanggung jawab hukum.
“Para penjahat ini — yang kami miliki daftar lengkapnya dari atas hingga bawah — akan membawa serta keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur ke makam mereka.” ucapnya dengan nada mengancam.
Baca Juga: Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka
Pesan tertulis tersebut mengindikasikan bahwa operasi pembalasan akan terus berjalan secara sistematis tanpa bergantung pada struktur komando formal. Rencana serangan ini diklaim telah menyebar ke jaringan simpatisan di berbagai belahan dunia.
“Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat lainnya. Apakah kita hadir or tidak, itu akan terjadi,” lanjut pesan tersebut.
Ia juga meyakini bahwa gerakan perlawanan global akan bergerak secara mandiri untuk mengeksekusi target.
“Segera orang-orang di antara para pencari kebebasan di seluruh dunia masing-masing akan melaksanakan bagian dari misi ilahi ini.”
Di tengah riuhnya prosesi pemakaman di Mashhad, gelombang sentimen anti-Amerika Serikat semakin tidak terbendung. Ribuan warga membawa poster bernada ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Donald Trump.
“Aku bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu!” teriak kerumunan massa di lokasi pemakaman. Sentimen tersebut dipertegas oleh ratusan wanita yang membawa poster bertuliskan “Bunuh Trump.”
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR