-
Kekaisaran Jepang mengalami krisis suksesi karena hanya memiliki tiga ahli waris pria yang sah.
-
Pemerintah memilih opsi mengadopsi mantan kerabat kekaisaran daripada mengizinkan perempuan naik takhta.
-
Kebijakan mempertahankan tradisi patrilineal ini memicu perdebatan terkait diskriminasi gender dan keberlanjutan monarki.
"Orang-orang yang mendukung hasil tersebut mungkin tidak melihatnya sebagai masalah, tetapi bagi seseorang seperti saya yang percaya kita harus mempertahankan garis patrilineal tradisional, ini dilihat sebagai risiko yang nyata," kata Tsuneyasu Takeda.
Takeda menambahkan bahwa legitimasi kaisar bisa goyah jika tradisi ini dilanggar. Penolakan dari sebagian masyarakat dinilai mampu merusak wibawa monarki.
"Bahkan jika keputusan dicapai dengan mayoritas tipis dalam pemungutan suara demokratis, jika sebagian penduduk menolak untuk mengakui kaisar, monarki tidak akan dihormati," kata Takeda.
"Ini secara mendasar akan mengguncang fondasi Jepang."
Penyusutan anggota keluarga kekaisaran berakar dari amendemen Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran pada tahun 1947. Kebijakan pascaperang tersebut memangkas 11 cabang keluarga demi menghemat anggaran negara.
Aturan yang mewajibkan putri kekaisaran keluar dari kerajaan setelah menikahi rakyat biasa memperparah situasi ini. Akibatnya, jumlah anggota keluarga menyusut drastis dari 67 orang menjadi hanya 16 orang saja.
Saat ini, Kaisar Naruhito memiliki seorang putri populer bernama Putri Aiko yang terganjal gender untuk memimpin. Tiga ahli waris yang tersisa kini hanyalah paman kaisar yang berusia 90 tahun, adik kaisar yang berusia 60 tahun, dan keponakan kaisar yang baru berusia 19 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026
-
AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular