-
Kuwait dan Bahrain memperingatkan warga tentang ancaman serangan udara setelah blokade laut Amerika Serikat.
-
Korban sipil berjatuhan akibat serangan Iran terhadap tujuh kapal komersial di perairan Teluk.
-
Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital jika Iran menolak berunding kembali.
Suara.com - Kuwait dan Bahrain langsung memperingatkan warga mereka terkait ancaman militer yang datang beberapa jam setelah Amerika Serikat menerapkan kembali blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah preventif ini diambil seiring meningkatnya eskalasi bersenjata di kawasan Teluk yang melibatkan militer Washington dan Teheran.
Militer Kuwait mengonfirmasi pergerakan pesawat tanpa awak yang mendekat dari wilayah Iran ke area kedaulatan mereka.
Otoritas pertahanan udara setempat memastikan kesiapan penuh dalam mengantisipasi dan menghancurkan setiap objek udara berbahaya yang masuk.
"Setiap suara ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem Pertahanan Udara yang mencegat serangan musuh," jelas pihak militer Kuwait dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/7/2026).
Kondisi darurat ini memicu kekhawatiran warga setelah sirene peringatan bahaya berbunyi berulang kali di beberapa wilayah Teluk.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta seluruh penduduk untuk tetap tenang dan segera mencari tempat perlindungan yang aman.
Langkah ini menyusul gelombang serangan udara beruntun yang diluncurkan oleh militer Iran ke wilayah Bahrain sejak Selasa lalu.
Garda Revolusi Iran mengeklaim telah menghancurkan pusat kendali kapal tanpa awak milik Amerika Serikat di Bahrain.
Baca Juga: Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis
Serangan tersebut mempertegas posisi Teheran yang siap melawan dominasi militer Washington di jalur perairan strategis tersebut.
Krisis ini memaksa lembaga keselamatan penerbangan internasional mengambil tindakan cepat demi menghindari jatuhnya korban sipil.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh maskapai global.
Mereka diminta menghindari wilayah udara Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, hingga sebagian perairan di Teluk Oman.
Konflik bersenjata yang kian agresif ini telah berdampak langsung pada keselamatan jalur perdagangan laut internasional.
Militer Amerika Serikat melaporkan adanya serangan sengaja terhadap tujuh kapal komersial oleh pasukan Iran dalam sepekan terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
-
Duka Mendalam di Pantura, Lucky Hakim Janji Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Kecelakaan
-
Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kadishub Siak Pasca OTT
-
Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut
-
Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah
-
Lee Jin Wook Berpotensi Susul Yoona di Remake Drama Jepang 'Unnatural'
-
4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik
-
Mitos Orang Tua Selalu Benar: Permintaan Maaf yang Hilang dalam Pengasuhan
-
Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong