- Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman meyakini Kejagung mampu menangani kasus korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah secara objektif dan profesional.
- Kejagung telah membentuk tim khusus dari jaksa eks-KPK untuk menyidik tiga perkara korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah.
- Marzuki mendesak pemerintah mencabut Perpres Nomor 6 Tahun 2025 terkait pelibatan TNI dalam pengamanan institusi Kejaksaan Agung RI.
Suara.com - Mantan Jaksa Agung RI Marzuki Darusman meyakini Kejaksaan Agung (Kejagung) mampu menangani sendiri perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Menurutnya, justru Kejagung berkepentingan membuktikan kepada publik bahwa penanganan perkara tersebut dilakukan secara objektif.
"Karena Kejaksaan Agung sendiri berkepentingan untuk meng-clear-kan posisinya di publik secara objektif," kata Marzuki, Rabu (15/7/2026).
Marzuki menilai polemik perkara yang menyeret mantan petinggi Korps Adhyaksa itu tidak akan selesai jika terus dilempar ke lembaga penegak hukum lain. Karena itu, ia optimistis Kejagung mampu menuntaskan penyidikan secara profesional.
"Saya yakin (Kejagung) bisa (menangani kasus ini)," katanya.
Di sisi lain, Marzuki mengingatkan pentingnya penerapan prinsip habeas corpus dalam proses hukum terhadap Febrie. Menurutnya, keberadaan seorang tersangka harus jelas karena berkaitan dengan hak untuk menguji keabsahan tindakan hukum melalui mekanisme praperadilan.
Ia menyinggung hingga kini keberadaan Febrie masih menjadi perhatian publik, meski Kejagung telah memastikan mantan Jampidsus itu masih berada di Indonesia setelah sempat muncul isu berada di luar negeri untuk beribadah.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah menerbitkan pencegahan ke luar negeri terhadap Febrie Adriansyah dan pihak swasta berinisial DR alias Don Ritto.
"Habeas corpus itu adalah doktrin mengenai penghadiran tersangka. Nah hari ini kita enggak tahu di mana sekarang (tersangkanya)," ujarnya.
Baca Juga: Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
Minta Perpres Pengamanan TNI Dicabut
Dalam kesempatan yang sama, Marzuki juga mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur pelibatan personel TNI dalam pengamanan Kejaksaan.
Menurutnya, pengamanan institusi penegak hukum oleh militer bukan praktik yang lazim dan tidak diperlukan apabila Kejaksaan menjalankan tugasnya secara profesional.
"Tidak ada (pengamanan) itu. Dan saya sekarang mau menganjurkan, cabutlah Perpres itu!" tegasnya.
Ia menilai keamanan Kejaksaan semestinya dibangun melalui penegakan hukum yang adil, bukan dengan pengamanan bersenjata dari militer.
"(Menjadi) aman (kantor) Kejaksaan Agung kalau dia melakukan tindakan-tindakan yang semestinya dilakukan untuk menegakkan hukum dan keadilan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?