- Komnas HAM mendesak pemerintah memprioritaskan perlindungan warga sipil dan penegakan hukum akuntabel akibat konflik bersenjata di wilayah Papua.
- Tercatat 42 peristiwa kekerasan yang menewaskan 59 jiwa serta memaksa lebih dari 100 ribu penduduk menjadi pengungsi internal.
- Komnas HAM menuntut intervensi pemerintah segera guna membantu pengungsi serta mengedepankan pendekatan dialogis untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan tersebut.
Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pemerintah menjadikan perlindungan warga sipil, penegakan hukum yang akuntabel, serta percepatan penanganan lebih dari 100 ribu pengungsi internal sebagai prioritas di tengah konflik yang terus berlangsung di Papua.
Koordinator Tim Pengamatan Situasi HAM menuju Dialog Kemanusiaan di Papua (Tim Papua), Atnike Nova Sigiro, mengatakan kondisi keamanan dan pemenuhan hak-hak sipil di Papua masih memprihatinkan meski pemerintah telah menggelontorkan berbagai kebijakan dan sumber daya.
"Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan alokasi sumber daya, kondisi keamanan dan hak-hak sipil di Papua masih jauh dari optimal. Terdapat 42 peristiwa kekerasan yang tercatat, dengan mayoritas melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ini mengakibatkan 59 korban jiwa, sebagian besar adalah warga sipil," ungkap Atnike di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Atnike, konflik bersenjata yang berkepanjangan juga memicu meningkatnya jumlah pengungsi internal, terutama di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Situasi tersebut berdampak pada berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang memerlukan penanganan segera agar tidak memperburuk kondisi masyarakat terdampak.
Karena itu, Komnas HAM meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap warga sipil, memastikan penegakan hukum berjalan secara akuntabel, serta memberikan respons cepat terhadap kebutuhan para pengungsi.
Anggota Tim Papua Komnas HAM, Amiruddin Al-Rahab, menekankan bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak yang tinggal di lokasi pengungsian.
"Menurut data yang tercatat ada lebih dari 100.000 pengungsi, dan kami meminta semua instansi pemerintah yang terlibat di Papua untuk segera melakukan intervensi," tegas Amiruddin.
Ia menambahkan, Komnas HAM telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, serta instansi terkait lainnya untuk mendorong percepatan penanganan persoalan kemanusiaan di Papua.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua
Melalui hasil pemantauan tersebut, Komnas HAM berharap pemerintah lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan berorientasi pada kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi rekomendatif, Komnas HAM menyatakan akan terus memberikan masukan kebijakan dan mendorong langkah konkret agar perlindungan HAM bagi masyarakat Papua dapat berjalan lebih efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka