News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:12 WIB
Kuasa hukum dari suami atlet golf Jesslyn Wijaya, Andi Darti di Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
Baca 10 detik
  • Calon suami Jesslyn Wijaya Lay melaporkan dugaan penculikan ke Komnas Perempuan di Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Korban diduga dibawa ke Malaysia dan Bangkok tanpa akses komunikasi serta perbankan sejak tanggal 13 Juli 2026.
  • Pelapor berharap Komnas Perempuan dapat menindaklanjuti kasus perampasan kemerdekaan terhadap perempuan dewasa tersebut agar bisa hidup mandiri.

Suara.com - Polemik hilangnya atlet golf, Jesslyn Wijaya Lay yang diduga mengalami penculikan pada (13/7/2026) lalu masih bergulir. Calon suami melaporkan kejadian itu ke Komnas Perempuan untuk menindaklanjuti dugaan tindak perampasan kemerdekaan kekasihnya. 

Kuasa hukum Evan, Andi Darti mengatakan sampai saat ini kliennya masih belum dapat menghubungi Jesslyn yang diduga dibawa ke luar negeri pasca penculikan tersebut. 

Meski begitu, ia mendengar kabar bahwa ada pihak kuasa keluarga Jesslyn yang menyatakan Jesslyn ada bersama keluarganya. 

"Sampai saat ini belom ada (komunikasi). Tapi memang ada pihak yang mengaku dari keluarganya Jesslyn yang menyatakan Jesslyn ada bersama mereka," kata Andi Darti kepada wartawan di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). 

Namun, Andi enggan meyimpulkan ada keterlibatan keluarga dalam penculikan Jesslyn. Ia hanya menjabarkan, sebelum peristiwa penculikan, Jesslyn mendapat undangan untuk merayakan ulang tahun neneknya dari tantenya. 

Oleh karena itu, Andi dan Evan memutuskan untuk melaporkan aduan ke Komnas Perempuan terkait peristiwa tersebut. Ia menduga ada tindak upaya perempasan kemerdekaan individu di kasus ini. 

"Kami menyampaikan bahwa saat ini sudah 2 minggu lebih Jesslyn tidak diketahui keberadaannya. Nah kami di sini ingin menyampaikan dugaan perampasan kemerdekaan itu bukan saja terjadi pada tgl 13 juli 2026, tapi perbuatan itu berlanjut hingga ke Malaysia dan Bangkok. Karena Jesslyn hingga saat ini tidak diberikan akses telepon. Tidak bisa menghubungi temannya, dan dia juga tidak bisa mengakses perbankannya itu. Artinya di sini ada perampasan kemerdekaan yg berlanjut," tambahnya. 

Calon suami Jesslyn, Evan menuturkan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan hak asasi kekasihnya yang diduga direbut. 

Evan nantinya akan menunggu langkah selanjutnya yang akan ditempuh Komnas Perempuan. 

Baca Juga: Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan

"Saya hanya memperjuangkan hak asasi manusia atas Jesslyn dan hak Jesslyn sebagai perempuan dewasa yang sudah berumur 32 tahun untuk bisa menentukan pilihannya sendiri, menentukan hidupnya sendiri, mandiri, tanpa ada ancaman atau intimidasi dari pihak manapun. Jadi Jesslyn ini bisa hidup seperti layaknya manusia normal, manusia dewasa hidup di negara Indonesia ini," pungkas Evan. 

Load More