- LPSK akan mendatangi keluarga Sutrimo di Banyumas untuk memberikan pendampingan.
- Sutrimo yang merupakan kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditemukan meninggal tidak wajar di Jakarta pada Juli 2026.
- Polda Metro Jaya berencana melakukan ekshumasi jasad korban guna menyelidiki penyebab pasti kematian.
Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan mendatangi keluarga Sutrimo di Banyumas, jawa Tengah untuk memberikan pendampingan. Langkah proaktif tersebut diambil di tengah upaya polisi mengungkap kasus kematian tidak wajar Sutrimo yang pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga atau karumga mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Komisioner LPSK Susilaningtias mengatakan lembaganya memilih menjemput bola dalam kasus tersebut setelah keluarga Sutrimo meminta perlindungan.
"Kami akan ke keluarga secepatnya," kata Susi kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Susi menjelaskan, LPSK tetap akan melakukan penelaahan sebelum memberikan perlindungan secara penuh.
Namun, apabila ditemukan adanya kebutuhan perlindungan yang mendesak, langkah perlindungan darurat dapat langsung diberikan.
"Tentu kami lakukan telaah dulu, tetapi kalau ada kebutuhan perlindungan secara darurat, LPSK bisa lakukan perlindungan darurat," ungkapnya.
Langkah LPSK itu muncul di tengah penyelidikan yang terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo. Kasus tersebut bahkan telah dilaporkan ke Bareskrim Polri, sementara keluarga korban juga membuat laporan terpisah di Polresta Banyumas.
Polisi kini berencana melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo untuk memastikan penyebab kematiannya. Polda Metro Jaya menyebut proses tersebut akan segera dilakukan guna menjawab dugaan adanya kematian tidak wajar.
Kejanggalan
Baca Juga: Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho
Kematian Sutrimo sebelumnya menyisakan sejumlah tanda tanya.
Pria berusia 42 tahun itu ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Ia sempat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Sejumlah saksi menyebut korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa. Hingga kini, penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian maupun memastikan ada tidaknya unsur pidana.
Jenazah Sutrimo kemudian dibawa ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namun, proses pemulangan dan pemakamannya juga memunculkan sejumlah pertanyaan.
Pemerintah Desa Wlahar menerima informasi bahwa Sutrimo meninggal akibat angin duduk.
Jenazah yang semula diperkirakan tiba menjelang sore baru sampai di desa sekitar pukul 22.00 WIB dan dimakamkan sekitar tengah malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka
-
Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi
-
Polda Metro Periksa 24 Saksi Kasus Sutrimo, Status Kini Naik ke Penyidikan
-
Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?
-
Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki