News / Internasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB
Seorang anak berdoa untuk mendiang Saddam Hussein. [AFP]
Baca 10 detik
  • Hillary Clinton mengkritik dekorasi emas Gedung Putih era Donald Trump mirip istana Saddam Hussein.

  • Gedung Putih membalas kritik tersebut dengan menyindir kekalahan Hillary Clinton pada Pilpres 2016.

  • Trump terus menambah ornamen emas dan proyek monumen fisik di Washington sejak kembali menjabat.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa seluruh kalimat kecaman pada plakat tersebut ditulis sendiri oleh Trump.

Selain Gedung Putih, Trump gencar menyorot berbagai proyek pembenahan lanskap kota di wilayah District of Columbia. Proyek tersebut mencakup pemugaran kolam pantul National Mall hingga rencana pembangunan "gapura kemenangan" setinggi 250 kaki di atas Sungai Potomac.

Melihat banyaknya perubahan dekorasi fisik tersebut, Clinton berseloroh soal peran baru yang ingin diambilnya setelah kepemimpinan Trump berakhir.

"Bukankah itu ide yang bagus? Menteri pembersihan, perbaikan," seloroh Clinton.

Clinton menyatakan kesiapannya jika harus mengemban tugas khusus sebagai "Menteri Copot Emas" guna merestorasi Gedung Putih.

Kritik tajam Hillary Clinton terhadap perubahan Gedung Putih berakar dari pengalamannya sendiri saat mendampingi Bill Clinton sebagai Ibu Negara. Kala itu, Clinton bertanggung jawab penuh memimpin proyek restorasi historis Ruang Biru (Blue Room) Gedung Putih.

Rekam jejak tersebut membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan struktural bangunan yang dinilainya merusak warisan publik. Clinton menegaskan bahwa Gedung Putih merupakan aset milik seluruh rakyat Amerika Serikat, bukan milik pribadi presiden yang sedang menjabat.

Perdebatan ini mencerminkan benturan estetik sekaligus politik antara standar pemeliharaan warisan sejarah dan gaya kepemimpinan personal Trump.

Baca Juga: Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Load More