News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Ilustrasi Kebakaran Lahan (dok.Pexels/ Alexandre P. Junior)

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah daerah di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat yang telah meningkatkan status kesiapsiagaannya ketika risiko karhutla meningkat.

Menurut Riza, langkah kesiapsiagaan seharusnya mengikuti pola musim dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

“Tanpa penyesuaian kalender kesiapsiagaan, risiko meluasnya karhutla di Papua Selatan akan semakin besar,” katanya.

Dorongan untuk pemerintah
Atas temuan tersebut, MADANI Berkelanjutan mendorong pemerintah memperkuat pencegahan karhutla di Papua Selatan.

Salah satu usulnya adalah membuat kalender karhutla khusus Papua Selatan yang menyesuaikan pola iklim monsun timur. Pemerintah juga diminta membuka informasi mengenai kapasitas dan jumlah personel Manggala Agni yang tersedia di wilayah tersebut.

MADANI juga mendorong penerapan prinsip zero burning di kawasan PSN Merauke dan meminta pemegang izin menjelaskan setiap titik api yang muncul di wilayah konsesinya.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu membedakan praktik pembakaran yang dilakukan masyarakat dalam konteks adat dengan pembukaan lahan dalam skala besar.

MADANI juga meminta pemerintah mengevaluasi target FOLU Net Sink 2030 dengan mempertimbangkan adanya wilayah yang masuk dalam rencana operasional dan terdampak karhutla.

Baca Juga: Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran

Load More