Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah daerah di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat yang telah meningkatkan status kesiapsiagaannya ketika risiko karhutla meningkat.
Menurut Riza, langkah kesiapsiagaan seharusnya mengikuti pola musim dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.
“Tanpa penyesuaian kalender kesiapsiagaan, risiko meluasnya karhutla di Papua Selatan akan semakin besar,” katanya.
Dorongan untuk pemerintah
Atas temuan tersebut, MADANI Berkelanjutan mendorong pemerintah memperkuat pencegahan karhutla di Papua Selatan.
Salah satu usulnya adalah membuat kalender karhutla khusus Papua Selatan yang menyesuaikan pola iklim monsun timur. Pemerintah juga diminta membuka informasi mengenai kapasitas dan jumlah personel Manggala Agni yang tersedia di wilayah tersebut.
MADANI juga mendorong penerapan prinsip zero burning di kawasan PSN Merauke dan meminta pemegang izin menjelaskan setiap titik api yang muncul di wilayah konsesinya.
Selain itu, pemerintah dinilai perlu membedakan praktik pembakaran yang dilakukan masyarakat dalam konteks adat dengan pembukaan lahan dalam skala besar.
MADANI juga meminta pemerintah mengevaluasi target FOLU Net Sink 2030 dengan mempertimbangkan adanya wilayah yang masuk dalam rencana operasional dan terdampak karhutla.
Baca Juga: Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Meta Business Agent Resmi Hadir di Indonesia, AI WhatsApp Bisa Jawab Chat hingga Bantu Jualan 24 Jam
-
Kejagung Periksa Lagi 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
-
Ulasan The Atypical Family, Fantasi Superhero dengan Pendekatan Psikologis
-
Kala Belanja di Indomaret Bisa Ngutang, BayarNanti!
-
Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM
-
Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis
-
Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG
-
Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok