News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menggelar Sarasehan Kemerdakaan di Grha Pemuda, Gereja Katedral, dalam rangka menghimpun pandangan para tokoh bangsa memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Selasa (11/8/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Gerakan Nurani Bangsa mengadakan sarasehan kemerdekaan di Grha Pemuda Katedral pada tanggal 11 Agustus 2026.
  • Acara tersebut menghasilkan delapan pesan penting mengenai keadilan, penegakan hukum, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
  • Para tokoh bangsa menyampaikan hasil diskusi agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama merawat cita-cita kemerdekaan.

"Pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada retorika. Penindakan tegas disertai pengembalian aset kepada negara harus menjadi praktik nyata, bukan sekadar wacana. Dibutuhkan komitmen agar jabatan Penyelenggara Negara diisi oleh mereka yang kompeten dan berintegritas," kata Alissa.

Ketujuh, pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia adalah investasi masa depan bangsa.

Ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara tetangga bersumber dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia yang belum merata dan belum berkualitas.

Alissa berujar pendidikan perlu diperkuat tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga budi pekerti dan karakter.

"Kesehatan perlu diperkuat dari sisi layanan, fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan dasar agar generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berintegritas. Selain itu layanan kesehatan dan kesejahteraan untuk lansia perlu dipersiapkan," kata Alissa.

Kedelapan, masyarakat sipil adalah pelaku cipta-bersama demokrasi, bukan sekadar penonton. Di tengah ruang sipil yang menyempit, inisiatif warga di akar rumput tetap menjadi sumber harapan.

Alissa mengatakan organisasi masyarakat sipil, komunitas agama, kampus, media, dan warga perlu terus memperkuat kesadaran publik dan menjembatani suara rakyat dengan pengambil kebijakan.

"Gerakan Nurani Bangsa akan terus mengambil bagian dalam peran ini bersama seluruh elemen bangsa. Delapan pesan ini bukan penutup, melainkan ajakan untuk memulai. Gerakan Nurani Bangsa mengajak segenap elemen bangsa, penyelenggara negara, dunia usaha, tokoh agama, kalangan kampus, media, dan warga, untuk bersama merawat cita kemerdekaan menuju Indonesia yang adil dan makmur," tutur Alissa.

Baca Juga: Kejagung Periksa Lagi 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Load More