- Gerakan Nurani Bangsa mengadakan sarasehan kemerdekaan di Grha Pemuda Katedral pada tanggal 11 Agustus 2026.
- Acara tersebut menghasilkan delapan pesan penting mengenai keadilan, penegakan hukum, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
- Para tokoh bangsa menyampaikan hasil diskusi agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama merawat cita-cita kemerdekaan.
"Pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada retorika. Penindakan tegas disertai pengembalian aset kepada negara harus menjadi praktik nyata, bukan sekadar wacana. Dibutuhkan komitmen agar jabatan Penyelenggara Negara diisi oleh mereka yang kompeten dan berintegritas," kata Alissa.
Ketujuh, pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia adalah investasi masa depan bangsa.
Ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara tetangga bersumber dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia yang belum merata dan belum berkualitas.
Alissa berujar pendidikan perlu diperkuat tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga budi pekerti dan karakter.
"Kesehatan perlu diperkuat dari sisi layanan, fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan dasar agar generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berintegritas. Selain itu layanan kesehatan dan kesejahteraan untuk lansia perlu dipersiapkan," kata Alissa.
Kedelapan, masyarakat sipil adalah pelaku cipta-bersama demokrasi, bukan sekadar penonton. Di tengah ruang sipil yang menyempit, inisiatif warga di akar rumput tetap menjadi sumber harapan.
Alissa mengatakan organisasi masyarakat sipil, komunitas agama, kampus, media, dan warga perlu terus memperkuat kesadaran publik dan menjembatani suara rakyat dengan pengambil kebijakan.
"Gerakan Nurani Bangsa akan terus mengambil bagian dalam peran ini bersama seluruh elemen bangsa. Delapan pesan ini bukan penutup, melainkan ajakan untuk memulai. Gerakan Nurani Bangsa mengajak segenap elemen bangsa, penyelenggara negara, dunia usaha, tokoh agama, kalangan kampus, media, dan warga, untuk bersama merawat cita kemerdekaan menuju Indonesia yang adil dan makmur," tutur Alissa.
Baca Juga: Kejagung Periksa Lagi 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Tag
Berita Terkait
-
Kejagung Periksa Lagi 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
-
Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun
-
Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG
-
Jalani Sidang Perdana, Yaqut Didakwa Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar
-
Terkuak di Sidang, Jaksa Sebut Pengisian Kuota Haji Tambahan Diatur Satu Pintu Lewat Bos Maktour
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar
-
Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji