- Bareskrim Polri menangkap sembilan tersangka di lima wilayah berbeda terkait jaringan judi online Kamboja.
- Para pelaku menggunakan modus transaksi pulsa dan rekening penampungan dengan total nilai mencapai Rp890 miliar.
- Polisi menegaskan akan terus melakukan penelusuran aset mendalam untuk menyita seluruh hasil kejahatan para pelaku.
Suara.com - Bareskrim Polri membongkar delapan lokasi yang dijadikan sarang judi online (judol) jaringan Kamboja.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, sebanyak sembilan tersangka ditangkap di wilayah Jakarta, Tangerang, Pekanbaru, Medan, dan Batam.
"Pelaku mengoperasikan situs ataupun web judi online dengan nama Wujangbet. Dimana berdasarkan hasil penelusuran dan pendalaman diketahui servernya berada di Kamboja," kata Wira, di Bareskrim Polri, Jumat (14/8/2026).
Wira menuturkan, dalam modusnya para pelaku menggunakan pulsa sebagai perantara jual-beli deposit kepada para pemain. Para pelaku menyediakan rekening dan nomor telepon sebagai sarana deposit untuk pada pemain.
Wira mengatakan, sebelum melakukan permainan, para pemain harus mengirimkan pulsa ke nomor yang disediakan dan dikumpulkan admin di Kamboja. Setelahnya, pulsa tersebut dijual kembali melalui jaringan agen di Indonesia.
"Perlu kami garis bawahi bahwa ini adalah merupakan hasil daripada admin menjual pulsa yang dikumpulkan oleh para pemain judi online," jelas Wira.
Setelahnya, pulsa itu dapat dikonversi menjadi rupiah melalui agen atau distributor di Batam, Medan, dan Pekanbaru. Penyidik mendapati adanya harga pembelian pulsa jauh di bawah tarif provider di Indonesia
"Terhadap para pelaku ini telah melakukan transaksi kurang lebih sebesar Rp890 miliar lebih. Jadi ini adalah hasil daripada admin menjual pulsa yang dikumpulkan oleh para pemain judi online," katanya.
Peran Tersangka
Baca Juga: 28 Ton Pasir Timah Ilegal Disita Bareskrim, 97 Karung Siap Dikirim ke Malaysia
Wira merinci dari sembilan tersangka yang ditangkap oleh petugas, mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari yang menyediakan rekening hingga penampung pembelian pulsa untuk aktivasi judi online.
Tersangka AI bertugas menyediakan rekening atas nama orang lain dibeli dari pemilik rekening. Nantinya, rekening itu untuk menampung transaksi.
"AI juga menyediakan rekening yang digunakan sebagai withdraw sarana untuk membagiakn hadiah atau membagikan keuntungan daripada para pemain," ujar Wira.
Selanjutnya, tersangka C berperan mengendalikan rekening penampungan atas nama FN yang terhubung dengan tersangka lain yang bertugas sebagai admin transfer pulsa.
Lalu LS selaku admin transfer pulsa. Ia juga yang membagikan nomor telepon untuk menampung pulsa yang dikirim admin.
LS kemudian menjadi pihak yang melakukan pembayaran kepada admin judi online yang berada di Kamboja. Peran itu juga dilakukan tersangka KS.
Berita Terkait
-
28 Ton Pasir Timah Ilegal Disita Bareskrim, 97 Karung Siap Dikirim ke Malaysia
-
Mendes Yandri Susanto Polisikan 73 Akun Medsos, Tak Terima Difitnah Lewat Video AI Deepfake
-
Setoran Judol 1.900 Pegawai Kemensos Tembus Rp8,6 Miliar, Rata-rata Lampaui Gaji Awal ASN
-
1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Capai Rp8,6 Miliar
-
1.900 Pegawai Kemensos Terdeteksi Main Judol, Ada yang Beraksi di Jam Kantor
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?