News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB
Hasil tangkap layar saat satu anggota TNI dipukuli saat aksi 21 tahun Hari Damai Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Baca 10 detik
  • Kericuhan besar terjadi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Dua warga sipil asal Aceh Timur dan seorang anggota TNI mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.
  • Insiden ini memicu pembakaran kendaraan serta kelumpuhan akses jalan utama di pusat kota Banda Aceh.

Hingga saat ini, pihak jajaran Kodam Iskandar Muda belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini anggotanya yang menjadi korban pengeroyokan tersebut.

Ilustrasi sejumlah warga Aceh mengibarkan bendera Bintang Bulan. (Ist/ tangkap layar)

Pengibaran Bendera Bintang Bulan dan Pembakaran Kendaraan

Kericuhan ini diduga dipicu oleh berkibarnya bendera Bintang Bulan di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Setelah simbol tersebut dibentangkan, situasi yang semula tenang berubah menjadi panas. Massa yang terkonsentrasi di kawasan Masjid Raya, Taman Sari, hingga depan Pendopo Gubernur Aceh mulai menyuarakan aspirasi politik dengan teriakan “merdeka”.

Bentrokan antara aparat keamanan dan peserta aksi pun pecah. Suara tembakan peluru peringatan terdengar di tengah hujan lemparan batu.

Akibat dari eskalasi ini, sejumlah kendaraan berupa sepeda motor dan mobil yang terparkir di lokasi menjadi sasaran amuk massa dengan cara dibakar.

Kondisi keamanan di Banda Aceh sempat lumpuh selama beberapa jam karena akses jalan utama di sekitar pusat kota tertutup oleh massa dan puing-pembakaran. Wisatawan yang sedang berada di kawasan tersebut dilaporkan terjebak di tengah situasi chaos.

Massa Bergeser ke Kantor DPRA dan Gubernur Aceh

Menjelang sore hari, peserta aksi dilaporkan mulai meninggalkan area Masjid Raya Baiturrahman. Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda karena massa bergerak menuju pusat pemerintahan, yakni Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Kantor Gubernur Aceh.

Baca Juga: Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

Aparat keamanan gabungan terus bersiaga di sepanjang jalur protokol untuk mengantisipasi adanya aksi susulan yang lebih besar.

Pendataan terhadap total kerugian material dan jumlah pasti korban luka-luka masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya di tengah suasana peringatan 21 tahun perdamaian yang kini menyisakan catatan kelam tersebut.

Load More