- Hasil laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo belum keluar.
- Tim forensik menghadapi tantangan pemeriksaan karena jenazah Sutrimo yang diekshumasi sudah mengalami pembusukan.
- Polda Metro Jaya meningkatkan status penyelidikan kasus kematian Sutrimo ke penyidikan setelah keluarga melaporkan berbagai kejanggalan.
Namun, saat ekshumasi, buih tersebut sudah tidak ditemukan. Tim kemudian mengambil sampel melalui metode swab untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan.
Kematian Sutrimo Masih Diselidiki
Sutrimo (42) ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Ia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas. Namun, proses pemulangan tersebut menyisakan sejumlah kejanggalan bagi keluarga.
Jenazah yang semula diperkirakan tiba lebih awal baru sampai di desa sekitar pukul 22.00 WIB dan kemudian dimakamkan tengah malam.
Rombongan pengantar hanya menyerahkan sejumlah dokumen, KTP, dan santunan kepada keluarga.
Barang pribadi Sutrimo, termasuk telepon genggam, juga belum diterima keluarga. Dua orang pengantar yang mengenakan jaket hijau disebut hanya memperkenalkan diri sebagai "keamanan Jakarta".
Kejanggalan tersebut kemudian mendorong keluarga membuat laporan polisi. LPSK turut memberikan pendampingan setelah keluarga meminta perlindungan.
Baca Juga: Kejagung Periksa 2 Saksi Swasta dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Polda Metro Jaya kini telah meningkatkan penanganan kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil pemeriksaan forensik sebagai bagian dari pembuktian.
Hasil laboratorium nantinya diharapkan menjadi salah satu kunci untuk menjawab pertanyaan utama dalam kasus ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
-
Tas Chanel Iriana Jokowi di HUT RI 81 Sangat Langka, Harganya Bikin Tepok Jidat
-
Tim Hukum Sebut Proses Geledah dan Sita Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Tanpa Dasar Hukum Sah
-
Bukan Sekadar Simbol Politik! Gerindra Ungkap Makna Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan
-
Ajang AHDC 2026 Perkuat Proses Pembinaan Pebalap Muda Lewat Kompetisi Berjenjang
-
Yaqut Tegaskan Pembagian Kuota 50 Persen untuk Haji Khusus Demi Keselamatan Jemaah
-
Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah
-
The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas
-
The Poppy War dan Representasi Sejarah Tiongkok dalam Balutan Fantasi