- Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Suryani mendesak program MBG dihentikan.
- Berdasarkan riset MBG Watch, program tersebut dinilai memicu masalah kesehatan seperti keracunan dan tata kelola buruk.
- Irma mengusulkan agar pemerintah mengganti program MBG dengan mekanisme bantuan langsung tunai.
Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Kabinet Bayangan Irma Hidayana mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program unggulan pemerintah tersebut belum memberikan manfaat yang sebanding dengan berbagai persoalan yang muncul.
Seruan itu disampaikan Irma saat mengikuti Aksi Kamisan ke-921 di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, evaluasi terhadap MBG perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama dari sisi kesehatan, gizi, dan tata kelola program.
“Perlu dihentikan, stop, stop,” kata Irma kepada Suara.com di sela Aksi Kamisan, Kamis (20/8/2026).
Irma mengaku tergabung dalam MBG Watch di bawah Kementerian Kabinet Bayangan. Wadah tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat sipil dalam menyuarakan berbagai persoalan terkait pelaksanaan MBG.
Menurut Irma pihaknya juga telah melakukan riset mengenai program MBG dengan mengacu pada berbagai data dan persoalan yang terjadi di lapangan.
“Jadi kami sudah bekerja, udah bikin riset, karena kita ngomong nggak mau tidak berbasis data ya, media udah banyak meliput kejadian keracunan,"katanya.
Menurut Irma, persoalan MBG tidak sebatas kasus kesehatan dan gizi. Ia juga menyoroti aspek tata kelola yang dinilainya masih bermasalah.
“Intinya dari apa yang kami lakukan, baik melihat MBG dari sektor kesehatan dan gizi maupun tata kelola itu yang ada mudarat aja, manfaat nggak ada,” katanya.
Soroti Keracunan hingga Stunting
Irma yang berlatar belakang kesehatan juga mempertanyakan sejauh mana MBG mampu memperbaiki status gizi anak, termasuk mencegah stunting.
Baca Juga: Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana
Ia menilai persoalan keracunan yang muncul dalam pelaksanaan MBG justru menjadi catatan serius yang harus diperhatikan pemerintah.
“Program MBG tidak mungkin mendongkrak atau memperbaiki status gizi, alih-alih stunting, pertama keracunan, habis itu stunting itu tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah," jelas Irma.
Ia kemudian menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi kronis yang berkaitan dengan masalah gizi pada periode awal kehidupan anak. Karena itu, menurut dia, intervensi untuk mencegah stunting harus dilakukan sebelum kondisi tersebut terjadi.
“Stunting itu irreversible condition kronik gizi akut yang dialami oleh anak di 1000 hari kehidupannya, jadi intervensinya harus sebelumnya,jadi gagal harus di-stop aja,” ujarnya.
Usul MBG Diubah Jadi Bantuan Tunai
Tak hanya meminta MBG dihentikan, Irma juga mengusulkan pemerintah mengubah pola bantuan menjadi transfer tunai kepada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
20 Contoh Kata-kata Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Status WA
-
Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan
-
Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak
-
Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin
-
Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh