-
Negosiasi AS dan Iran semakin rumit akibat tewasnya jajaran pemimpin utama Teheran.
-
Donald Trump meluncurkan operasi ekonomi baru yang dikecam Iran sebagai terorisme ekonomi.
-
Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya tetapi belum pernah muncul secara langsung di depan publik.
Suara.com - Hilangnya deretan pejabat tinggi Iran secara mendadak memicu kekosongan figur kunci yang membuat diplomasi Amerika Serikat dan Iran terhenti total. Kondisi ini membuat Amerika Serikat kehilangan mitra dialog resmi untuk menyepakati perjanjian bilateral baru.
Pemerintah Amerika Serikat mengaku kesulitan menemukan sosok pemegang otoritas tertinggi yang bisa diajak berunding di meja diplomasi. Ketidakpastian peta politik di Teheran menutup ruang komunikasi yang sebelumnya berusaha dibuka Washington.
Ketegangan makin memuncak saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya atas kebuntuan proses diplomasi ini.
"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," kata Trump kepada Michael Cohen di 77 WABC.
Tekanan diplomatik ini berlanjut dengan peluncuran tindakan penekanan finansial baru oleh pihak Gedung Putih. Washington bahkan mengimbau negara-negara sekutunya untuk memperketat isolasi terhadap Teheran.
Respon keras langsung dilontarkan otoritas diplomatik Teheran terhadap manuver ekonomi Washington tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis menyebut langkah tersebut sebagai "terorisme ekonomi".
Mengapa Perundingan Diplomasi Amerika Serikat dan Iran Menjadi Rumit?
Konflik kedua negara mencapai titik didih baru setelah serangan militer mematikan menewaskan pucuk pimpinan tertinggi Iran. Kejadian ini menghancurkan struktur komando lama yang selama ini mengendalikan kebijakan luar negeri Teheran.
Pasca insiden tersebut, takhta kepemimpinan spiritual dan politik Iran dipindahkan kepada penerus dinasti. Mojtaba Ali Khamenei resmi ditunjuk menggantikan posisi ayahnya yang gugur.
Baca Juga: Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris
Namun, kepemimpinan baru ini memicu tanda tanya besar karena sang penerus memilih beroperasi dari balik layar. Mojtaba belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi.
Bagaimana Kondisi Internal Kepemimpinan Iran Saat Ini?
Meskipun menghindari penampakan fisik di hadapan publik, suksesor baru ini tetap berusaha mengontrol narasi nasional. Dia telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan media resmi Iran.
Strategi komunikasi satu arah ini membuat pihak luar ragu atas efektivitas kendali pemerintahannya. Kondisi tersebut memicu keraguan Washington untuk melanjutkan negosiasi formal.
Kondisi ini berakar dari serangan fatal pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tragedi tersebut memicu krisis suksesi mendadak di tengah ketegangan ekonomi yang dipicu pengumuman operasi ekonomi AS pada Rabu (19/8).
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas
-
Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah
-
BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi
-
BRI Bawa Tiga Pilar Baru di Qlola New Skin, dari Personalisasi hingga Konektivitas
-
WNA Inggris Tewas Usai Dihajar di Bar Bali, Anaknya Ungkap Fakta Mengejutkan di Medsos
-
Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah
-
Kelola Keuangan Bisnis dalam Satu Platform, BRI Perkenalkan Qlola New Skin
-
BRI Optimalkan Potensi Emas Indonesia Melalui Holding Ultra Mikro
-
Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan
-
BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform