- Pemilik restoran di Ho Chi Minh City menyuap mantan polisi untuk melancarkan praktik prostitusi ilegal.
- Pengadilan Rakyat Ho Chi Minh City menyidangkan kasus suap, penipuan, serta pengelolaan bisnis prostitusi tersebut.
- Polisi menggerebek dua hotel pada November 2024 dan menemukan pekerja restoran melakukan hubungan seksual terlarang.
Suara.com - Seorang pemilik restoran mengaku harus mengeluarkan uang besar mencapai Rp1,75 miliar untuk menyogok polisi agar bisnisnya tak diganggu.
Kasus ini bukan terjadi di Indonesia melainkan di negara tetangga Vietnam.
Seorang pemilik restoran di Ho Chi Minh City membayar suap lebih dari VND1,7 miliar atau sekitar Rp1,1 miliar kepada seorang mantan polisi agar aktivitas prostitusi di tempat usahanya tidak tersentuh pemeriksaan.
Pemilik restoran bernama Nguyen Dinh Thong seperti dikutip dari Vnexpress mengaku menyerahkan uang tersebut kepada mantan polisi Ha Manh Truong.
Namun, uang yang disebut sebagai pembayaran perlindungan itu diduga justru digunakan Truong untuk kepentingan pribadi.
Fakta ini terkuak pada sidang di Pengadilan Rakyat Ho Chi Minh City.
Thong menghadapi dakwaan terkait perantara prostitusi dan penyuapan, sementara Truong didakwa melakukan penipuan serta penggelapan harta.
Tiga orang lain yang mengelola restoran milik Thong juga didakwa terkait aktivitas prostitusi.
Menurut dakwaan, Thong menunjuk Dong Trong Le, 48, sebagai manajer umum dan Vo Phuc Chau, 36, sebagai wakil manajer di dua restoran yang berada di Jalan Tran Quang Khai, Distrik Tan Dinh.
Sejak Februari 2024, para pengelola restoran disebut membiarkan sejumlah pekerja perempuan melayani pelanggan dalam transaksi prostitusi.
Thong dan Le disebut datang ke lokasi satu hingga dua kali dalam sebulan untuk memberikan arahan mengenai operasional.
Salah satu instruksinya diduga berkaitan dengan pengaturan layanan seksual pekerja perempuan dan pelanggan.
Pekerja perempuan disebut bernegosiasi langsung dengan pelanggan dengan tarif antara VND2,5 juta hingga VND3 juta atau Rp2,06 juta untuk setiap transaksi. Uang tersebut kemudian menjadi milik mereka.
Sementara itu, para pengelola mendapatkan 20 persen dari biaya kamar yang dipesan.
Mereka juga memperoleh uang tambahan dari pelanggan ketika membantu mengatur layanan tersebut.
Aktivitas itu akhirnya terbongkar pada malam 7 November 2024.
Polisi Ho Chi Minh City melakukan pemeriksaan di dua hotel di Distrik Phu Nhuan dan menemukan sejumlah hostess dari restoran Thong sedang melakukan hubungan seksual dengan pelanggan.